Acne Vulgaris (Jerawat) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Jerawat
Sumber: pure.co.id

Pengertian Acne Vulgaris (Jerawat)

Acne Vulgaris (jerawat), atau yang lebih dikenal sebagai jerawat, adalah kondisi kulit yang umum terjadi dan ditandai oleh kemunculan lesi kulit seperti komedo, papula, pustula, dan nodul pada area wajah, leher, atau punggung.

Penyebab Acne Vulgaris (Jerawat)

Penyebab Acne Vulgaris (jerawat) tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor tunggal, tapi melibatkan beberapa faktor seperti: perubahan hormon dalam tubuh, kelebihan produksi minyak oleh kelenjar sebaceous, akumulasi sel kulit mati, infeksi bakteri (terutama Propionibacterium acnes), dan peradangan pada folikel pilosebaceous.

Gejala Acne Vulgaris (Jerawat)

Gejala Acne Vulgaris (jerawat) bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi tersebut. Pada tingkat ringan, gejala jerawat mungkin hanya berupa komedo terbuka (blackheads) atau tertutup (whiteheads). Pada tingkat yang lebih parah, jerawat dapat menyebabkan munculnya papula (lesi merah kecil) atau pustula (lesi berisi nanah), bahkan nodul (les besar dan nyeri).

Jenis Acne Vulgaris (Jerawat)

Terdapat beberapa jenis Acne Vulgaris (jerawat) yang umum ditemui, antara lain:

  1. Acne comedonica: ditandai oleh komedo terutama pada area wajah, dada, dan punggung
  2. Acne papulopustular: ditandai oleh adanya komedo, papula, dan pustula pada area wajah, leher, dan punggung
  3. Acne nodulocystic: ditandai oleh adanya komedo, papula, pustula, dan nodul yang dalam kondisi yang lebih parah dapat menyebabkan pembentukan kista.
  4. Acne conglobata: jenis jerawat yang paling parah, ditandai oleh komedo, papula, pustula, nodul, dan kista yang terhubung satu sama lain membentuk lesi besar yang dalam dan berlubang.

Faktor Risiko Acne Vulgaris (Jerawat)

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami Acne Vulgaris (jerawat) adalah:

  1. Perubahan hormonal yang terjadi saat masa pubertas.
  2. Faktor genetik, yang mengindikasikan adanya kecenderungan keluarga dalam mengalami jerawat.
  3. Penggunaan produk kosmetik yang tidak cocok dengan jenis kulit individu.
  4. Pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi makanan berlemak dan tinggi gula.

Diagnosis Acne Vulgaris (Jerawat)

Diagnosis jerawat vulgaris biasanya didasarkan pada gejala klinis dan penilaian visual oleh dokter kulit. Dokter akan memperhatikan adanya komedo, papula, pustula, dan nodul pada area wajah, leher, atau punggung. 

Selain itu, dokter juga dapat menanyakan riwayat penyakit kulit sebelumnya serta faktor risiko yang mungkin berkontribusi terhadap jerawat.

Selain penilaian visual, beberapa tes tambahan juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis jerawat vulgaris, seperti pemeriksaan mikroskopis dari sampel kulit yang diambil untuk menentukan jenis jerawat yang terjadi.

Komplikasi Acne Vulgaris (Jerawat)

Selain menyebabkan masalah kosmetik, jerawat vulgaris dapat memiliki komplikasi yang serius. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat jerawat vulgaris adalah sebagai berikut:

  1. Hiperpigmentasi: Setelah jerawat sembuh, bisa meninggalkan bintik-bintik gelap pada kulit yang disebut hiperpigmentasi. Ini biasanya merupakan akumulasi melanin di area bekas jerawat dan dapat mempengaruhi penampilan kulit.
  2. Bekas jerawat: Jerawat yang parah atau tidak diobati dengan benar dapat meninggalkan bekas atau luka pada kulit yang disebut bekas jerawat.
  3. Infeksi dan abses: Jerawat yang parah dapat menjadi terinfeksi, menyebabkan pembentukan abses. Infeksi dan abses dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, dan ketidaknyamanan yang membuat individu merasa tidak nyaman.

Pencegahan Acne Vulgaris (Jerawat)

Untuk mencegah timbulnya Acne Vulgaris (jerawat), ada beberapa langkah yang dapat diambil, antara lain:

  1. Rutin membersihkan kulit dengan produk pembersih yang sesuai untuk jenis kulit Anda.
  2. Menghindari pemakaian produk kosmetik yang berat atau berminyak.
  3. Menjaga pola makan sehat dengan menghindari makanan berlemak dan tinggi gula.
  4. Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
  5. Hindari pemakaian obat-obatan yang dapat memicu erupsi kulit atau reaksi alergi.

Pengobatan Acne Vulgaris (Jerawat)

Pengobatan untuk Acne Vulgaris (jerawat) dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan tipe jerawat. Beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan meliputi:

  1. Penggunaan produk perawatan kulit khusus untuk jerawat, seperti pembersih wajah yang mengandung bahan aktif seperti benzoyl peroxide atau salicylic acid.
  2. Pemberian obat topikal, seperti retinoid atau antibiotik topikal, untuk mengurangi peradangan dan infeksi pada jerawat.
  3. Penggunaan obat oral, seperti antibiotik atau isotretinoin, untuk mengatasi jerawat yang lebih parah atau yang tidak merespons pengobatan topikal.
  4. Prosedur medis, seperti terapi cahaya, peeling kimia, atau penghilangan lemak/subcision untuk mengangkat bekas jerawat atau membantu mengurangi produksi minyak berlebih.
  5. Konsultasikan dengan dermatologis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dan pengawasan medis.