Hepatitis C – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

Hepatitis C
Sumber: freepik.es

 

Pengertian Hepatitis C

Hepatitis C merupakan bentuk penyakit hati yang diakibatkan oleh infeksi virus hepatitis C. Virus tersebut menyerang dan merusak sel-sel organ hati, yang berujung pada peradangan dalam organ tersebut.Hepatitis C dapat menyebar melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi virusHepatitis C adalah jenis penyakit yang timbul akibat terinfeksi virus hepatitis C. Virus ini menyebar melalui darah dan dapat menginfeksi hati, menyebabkan peradangan dan kerusakan pada organ tersebut. Hepatitis C merupakan salah satu jenis hepatitis yang paling serius karena memiliki potensi untuk menjadi kronis dan berkepanjangan.

Infeksi hepatitis C bisa terjadi melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti saat melakukan hubungan seks tanpa pengaman atau menggunakan jarum suntik bersama yang telah terkontaminasi (L.O et al., 2021).

Penyebab & Faktor Risiko Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan darah yang terinfeksi, seperti melalui penggunaan jarum suntik bersama atau transfusi darah yang tidak steril. Selain itu, faktor risiko lain yang berhubungan dengan hepatitis C termasuk:

  1. Penggunaan narkoba secara intravena: Orang yang menggunakan jarum suntik bersama untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi hepatitC.
  2. Transfusi darah sebelum tahun 1992: Sebelum adanya tes yang dapat mendeteksi hepatitis C dalam darah donor dan kebijakan penggunaan darah yang lebih aman, transfusi darah dapat menjadi sumber infeksi hepatitis C.
  3. Infeksi dengan virus hepatitis C dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, meskipun risikonya lebih rendah daripada melalui kontak langsung dengan darah.
  4. Tindakan medis yang tidak steril: Penggunaan jarum atau alat medis yang tidak steril dapat menyebabkan penyebaran infeksi hepatitis C.
  5. Tattooing atau pemasangan tindikan: Jika alat-alat yang digunakan tidak steril, ini dapat menjadi sumber infeksi hepatitis C.
  6. Infeksi hepatitis C dapat terjadi selama kelahiran jika ibu yang terinfeksi memiliki virus hepatitis C.
  7. Kebiasaan yang tidak sehat seperti konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan obat-obatan terlarang secara intravena juga dapat meningkatkan risiko terinfeksi hepatitis C.

Gejala Hepatitis C

Hepatitis C biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal infeksi. Namun, beberapa orang mungkin mengalami gejala seperti kelelahan, penurunan nafsu makan, nyeri perut, mual dan muntah, kulit dan mata kuning (jaundice), serta urin yang gelap. Pada tahap selanjutnya, hepatitis C kronis dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan merujuk pada kondisi sirosis atau karsinoma hepatoseluler.

Diagnosis Hepatitis C

Diagnosis Hepatitis C biasanya dilakukan melalui serangkaian tes darah. Tes-tes tersebut mencakup:

  1. Tes Antibodi HCV: Tes ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap virus hepatitis C dalam tubuh. Jika hasilnya positif, itu menunjukkan bahwa individu tersebut telah terpapar virus dan memiliki infeksi aktif atau pernah mengalami infeksi hepatitis C yang sudah sembuh.
  2. Tes PCR: Tes ini digunakan untuk mendeteksi keberberadaan virus hepatitis C dalam darah dengan melihat RNA virusnya.

Komplikasi Hepatitis C

Komplikasi hepatitis C dapat terjadi jika infeksi tidak diobati atau tidak dikendalikan dengan baik. Beberapa komplikasi yang dapat muncul meliputi:

  1. Sirosis hati: Infeksi kronis hepatitis C dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan mengakibatkan perkembangan sirosis, yaitu pengerasan jaringan hati akibat pembentukan bekuan fibrosis. Sirosis hati merupakan kondisi serius yang bisa menyumbat aliran darah ke hati dan memicu ganggufungsi hati.
  2. Karsinoma hepatoseluler: Infeksi hepatitis C kronis juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati dalam bentuk karsinoma hepatoseluler, yang merupakan jenis kanker hati yang paling umum dihubungkan dengan infeksi hepatitis C.

Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C

Pengobatan Hepatitis C terdiri dari beberapa langkah yang meliputi diagnosis, penggunaan obat antiviral, dan perawatan gaya hidup. Proses pengobatan biasanya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi dan kondisi kesehatan individu.

  1. Diagnosis: Langkah pertama dalam pengobatan Hepatitis C adalah melakukan serangkaian tes darah untuk memastikan adanya infeksi hepatitis C dan menentukan tingkat kerusakan hati.
  2. Obat Antiviral: Penggunaan obat antiviral adalah langkah utama dalam pengobatan Hepatitis C. Obat-obatan ini bertujuan untuk menghentikan reprodusi virus hepatitis C dalam tubuh dan mencegahnya untuk merusak hati lebih lanjut.
  3. Perawatan Gaya Hidup: Selain penggunaan obat antiviral, perawatan gaya hidup juga merupakan bagian penting dalam pengobatan hepatitis C, seperti menghindari alkohol, menerapkan pola makan yang sehat, dan mengelola stres.

Pencegahan Hepatitis C

Pencegahan Hepatitis C sangat penting untuk mencegah penularan virus ini ke orang lain dan melindungi diri sendiri dari infeksi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan:

  1. Hindari kontak dengan darah yang terkontaminasi: Pastikan untuk tidak berbagi jarum suntik, alat cukur, atau barang-barang pribadi lainnya yang dapat menyebabkan terpaparnya darah yang terinfeksi hepatitis C.
  2. Gunakan kondom saat berhubungan seks: Untuk melindungi diri dari penularan hepatits C secara seksual, penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks.
  3. Gunakan alat pelindung diri: Jika bekerja di lingkungan atau situasi di mana ada risiko kontak dengan darah atau cairan tubuh yang terinfeksi hepatitis C, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan pelindung mata.
  4. Hindari penggunaan yang berisiko: Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang, terutama dengan cara menyuntik, dapat membantu mencegah penularan hepatitis C.
  5. Pertahankan kebersihan pribadi: Selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan secara teratur.

Perbedaan Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C

Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C adalah tiga jenis hepatitis yang memiliki karakteristik dan cara penularan yang berbeda. Perbedaan paling mendasar antara ketiganya terletak pada virus penyebabnya.

  1. Hepatitis A: Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A yang dapat ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja orang yang terinfeksi HAV. Hepatitis A biasanya menyebabkan infeksi akut dan jarang berkembang menjadi bek kronis.
  2. Hepatitis B: Hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HBV (Apriadi, 2022). Hepatitis B dapat menyebabkan infeksi akut atau kronis, dan pengobatan antiviral tersedia untuk mengontrol virus ini.
  3. Hepatitis C: Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C yang juga ditularkan melalui darah, cairan tubuh, atau hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HCV. Hepatitis C dapat menyebabkan infeksi akut atau kronis, dan biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal.

 

Referensi

L.O, E. S., Widyarni, A., & Noorhidayah, N.. (2021, November 14). Hubungan Pekerjaan dan Jarak Pelayanan Kesehatan terhadap Peningkatan Kasus Penyakit Hepatitis B pada Ibu Hamil. https://scite.ai/reports/10.56338/mppki.v4i4.1865

Apriadi, D.. (2022, January 10). Analisis faktor keikutsertaan screening hepatitis “B” pada ibu hamil. https://scite.ai/reports/10.30867/gikes.v3i1.717