Kanker Payudara (Breast Cancer) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pengobatan & Pencegahan

Kanker Payudara (Carsinoma Mammae)
Sumber: linisehat.com

Pengertian Kanker Payudara

Kanker payudara adalah bentuk kanker yang paling sering ditemukan pada wanita. Jenis penyakit ini terjadi ketika sel-sel dalam jaringan payudara tidak terkendali dan tidak normal pertumbuhannya. Kanker payudara dapat bersifat invasif, dimana sel-sel ganas menyebar ke jaringan sekitarnya, atau non-invasif, dimana sel-sel ganas tetap terlokalisasi di dalam saluran susu.

Penyebab & Faktor Risiko Kanker Payudara

Penyebab utama kanker payudara tidak dapat dipastikan dengan pasti, namun terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara. Salah satu faktor risiko utama adalah jenis kelamin perempuan. Wanita memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pria untuk mengembangkan kanker ini.

Selain itu, usia juga menjadi faktor risiko yang signifikan. Risiko kanker payudara akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia menopause.

Kanker payudara memiliki berbagai faktor risiko yang dapat memicu terjadinya, termasuk faktor hormonal/reproduksi, faktor genetika, dan faktor lingkungan seperti paparan radiasi dan pola makan yang tidak sehat (Meliyani et al., 2021).

Gejala Kanker Payudara

Gejala kanker payudara dapat bervariasi dari seseorang ke orang lain. Beberapa gejala kanker payudara yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Pembengkakan atau benjolan pada salah satu atau kedua payudara.
  2. Perubahan bentuk, ukuran, atau tekstur kulit pada payudara.
  3. Keluarnya cairan non-susu dari puting susu.
  4. Munculnya perubahan warna atau ruam pada kulit di sekitar area puting susu.
  5. Gatal-gatal pada bagian payudara atau puting susu.
  6. Nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara.
  7. Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di ketiak.

Diagnosis Kanker Payudara

Diagnosis kanker payudara dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dan tes medis. Pemeriksaan fisik seperti palpasi atau perabaan payudara oleh dokter merupakan langkah awal dalam diagnosis ini. Selain itu, beberapa tes diagnostik yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Mammografi: Sebuah prosedur pencitraan dengan menggunakan sinar-X yang bertujuan untuk identifikasi dan penemuan kelainan atau perubahan pada jaringan payudara yang tidak normal, seperti benjolan.
  2. Ultrasonografi: Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran yang lebih detail dari struktur payudara dan dapat membantu membedakan apakah benjolan tersebut cairan atau padat.
  3. Biopsi: Ini adalah prosedur di mana sampel jaringan payudara diambil dan diperiksa secara mikroskopis untuk menentukan apakah adanya kanker.
  4. Tes Genetik: Untuk wanita dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker payudara, tes genetik dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2 yang dapat menunjukkan risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara.

Komplikasi Kanker Payudara

Komplikasi kanker payudara dapat timbul baik selama proses pengobatan maupun setelahnya. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Efek samping dari pengobatan: Pengobatan kanker payudara seperti kemoterapi, radioterapi, dan terapi hormon dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman bagi pasien seperti mual, muntah, kerontokan rambut, kelelahan, dan penurunan berat badan.
  2. Komplikasi akibat kanker payudara dapat mencakup penyebaran kanker ke organ-organ lain dalam tubuh, seperti tulang dan organ-organ lainnya seperti hati, paru-paru, dan otak.
  3. Gangguan emosional dan psikologis: Menghadapi diagnosis kanker payudara dan mengatasi pengobatan yang berat dapat menyebabkan stres, kecemasan, depresi, dan perubahan emosi lainnya pada pasien.

Pengobatan Kanker Payudara

Pengobatan kanker payudara tergantung pada stadium, jenis, dan karakteristik spesifik dari tumor. Beberapa opsi pengobatan yang dapat dipertimbangkan untuk kanker payudara adalah sebagai berikut:

  1. Operasi: Pilihan operasi meliputi lumpektomi (pengangkatan tumor bersama dengan sebagian kecil jaringan sehat di sekitarnya) atau mastektomi (pengangkatan seluruh payudara). Jenis operasi yang akan dilakukan bergantung pada ukuran dan lokasi tumor, serta prefnsi pasien.
  2. Radioterapi: Penggunaan sinar radiasi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi atau untuk mengurangi ukuran tumor sebelum operasi.
  3. Kemoterapi: Penggunaan obat-obatan yang bekerja untuk membunuh sel-sel kanker atau mencegah pertumbuhan sel kanker.
  4. Imunoterapi: Penggunaan obat-obatan yang merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan sel-sel kanker.
  5. Hormonoterapi: Penggunaan obat-obatan yang menghambat produksi hormon estrogen atau progesteron, yang dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker pada tumor yang hormon-reseptor positif.
  6. Drug Targeted Therapy: Penggunaan obat-obatan yang dirancang khusus untuk menargetkan perubahan genetik pada sel-sel kanker tertentu, sehingga menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor.

Pencegahan Kanker Payudara

Pencegahan kanker payudara melibatkan serangkaian tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini. Salah satu langkah penting dalam pencegahan adalah meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang faktor-faktor risiko yang mungkin mempengaruhi perkembangan kanker payudara.

Beberapa langkah preventif termasuk melakukan gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan seimbang, rajin berolahraga, dan menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Selain itu, perempuan juga dianjurkan untuk tidak merokok atau terpapar asap rokok karena hal tersebut telah dikaitkan dengan peningkatan risiko mengidap kanker payudara.

Selanjutnya, program skrining rutin merupakan bagian penting dari strategi pencegahan. Pemeriksaan sendiri di rumah ("breast self-examination") dapat membantu wanita mendeteksi adanya perubahan pada payudaranya sedini mungkin. Sementara itu, mamografi merupakan pemeriksaan yang direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala, terutama pada wanita usia 40 tahun ke atas, untuk mendeteksi adanya tanda atau gejala awal kanker payudara.


Referensi

Meliyani, R., Harahap, W. A., & Oktarina, E.. (2021, December 24). Hubungan Aktivitas Fisik Harian dengan Kualitas Hidup Penyintas Kanker Payudara. https://scite.ai/reports/10.31539/jks.v5i1.3058