Parkinson's Disease – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Sumber: mobile.hksh.com

Pengertian Parkinson

Parkinson's Disease adalah penyakit neurologis degeneratif yang mempengaruhi gerakan tubuh. Penyakit ini biasanya dimulai dengan gejala kekakuan otot, tremor (getaran tidak terkontrol), dan kelainan dalam keseimbangan dan koordinasi. Pengertian Parkinson melibatkan gangguan dalam produksi dopamin di otak, yang mengarah pada kerusakan sel saraf atau neuron. Hal ini menyebabkan gangguan pengiriman sinyal antara otak dan bagian tubuh lainnya.

Penyebab & Faktor Risiko Parkinson

Penyebab Parkinson belum sepenuhnya dipahami. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan penyakit ini. Beberapa faktor risiko yang dikaitkan dengan Parkinson termasuk usia tua, riwayat keluarga dengan Parkinson, dan paparan terhadap bahan kimia tertentu seperti pestisida atau logam berat.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara faktor lingkungan dan risiko terjadinya Parkinson. Misalnya, paparan jangka panjang terhadap polutan udara, seperti zat-zat beracun dalam asap kendaraan bermotor, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena Parkinson.

Gejala Parkinson

Gejala yang biasanya terjadi pada Parkinson's Disease meliputi tremor (getaran tidak terkontrol), kekakuan otot, kelainan keseimbangan dan koordinasi tubuh. Tremor adalah gejala paling umum pada penyakit ini, dimana biasanya mulai dari tangan atau jari-jari dan kemudian menyebar ke lengan, kaki, wajah, atau bahkan keseluruhan tubuh. Kekakuan otot mengatasi gerakan halus dan fleksibilitas tubuh seseorang. Selain itu, seseorang dengan Parkinson juga mungkin mengalami kesulitan dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi tubuh sehingga dapat terjatuh dengan mudah.

Diagnosis Parkinson

Seseorang yang dicurigai mengidap Parkinson biasanya akan menjalani serangkaian tes dan pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit ini. Biasanya, diagnosa Parkinson didasarkan pada gejala klinis dari pasien, riwayat medis mereka, serta pemeriksaan fisik dan neurologi.

Beberapa tes lanjutan dapat digunakan untuk membantu memastikan diagnosis Parkinson, seperti tes pencitraan otak (seperti MRI atau CT scan) untuk melihat perubahan struktural dalam otak. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan untuk memeriksa adanya indikasi faktor risiko lain atau penyebab gejala yang mirip Parkinson.

Komplikasi Parkinson

Komplikasi Parkinson merupakan kondisi atau masalah yang dapat muncul sebagai akibat dari progresifitas penyakit ini. Beberapa komplikasi umum yang terkait dengan Parkinson meliputi gangguan mobilitas, gangguan mental dan emosional, serta masalah dalam berbicara dan menelan.

Gangguan mobilitas adalah salah satu komplikasi utama pada Parkinson. Kekakuan otot dan tremor dapat membuat seseorang sulit untuk bergerak dengan lancar, bahkan melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti berjalan, menulis, atau berpakaian sendiri. Gangguan mental dan emosional juga sering terjadi pada Parkinson, termasuk depresi, kecemasan, dan masalah kognitif. Selain itu, penderita Parkinson juga sering mengalami kesulitan dalam berbicara dan menelan.

Pengobatan Parkinson

Pengobatan Parkinson dapat melibatkan pendekatan yang berbeda-beda dalam mengurangi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit ini. Terapi utama untuk Parkinson biasanya termasuk penggunaan obat-obatan seperti levodopa, yang membantu meningkatkan jumlah dopamin di otak. Dopamin adalah zat kimia penting yang terlibat dalam kontrol gerakan tubuh.

Selain itu, terdapat juga berbagai jenis obat lainnya yang dapat digunakan untuk meredakan tremor, kekakuan otot, dan gangguan lainnya yang terkait dengan Parkinson. Namun, penting untuk diketahui bahwa obat-obatan tidak dapat menyembuhkan Parkinson secara keseluruhan. Terdapat juga terapi non-farmakologis yang dapat membantu mengatasi gejala Parkinson, seperti fisioterapi untuk memperbaiki mobilitas dan kekuatan otot, terapi bicara untuk mengatasi masalah berbicara, serta terapi okupasional untuk membantu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Pencegahan Parkinson

Sayangnya, saat ini tidak ada metode pencegahan yang diketahui secara pasti untuk mencegah terjadinya Parkinson. Meskipun demikian, beberapa penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dan mengikuti diet yang seimbang dapat membantu menjaga kesehatan otak dan meminimalkan risiko terkena Parkinson. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk menjaga kesehatan otak termasuk rutin berolahraga, menghindari konsumsi alkohol secara berlebihan, tidak merokok, mengelola stres dengan baik, dan menjaga pola makan yang sehat dengan memperbanyak konsumsi makanan dari sumber alami seperti buah-buahan, sayuran, ikan berminyak, dan biji-bijian. Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki risiko yang berbeda-beda terhadap perkembangan penyakit Parkinson, dan tidak ada jaminan bahwa tindakan pencegahan tersebut akan sepenuhnya mencegah penyakit ini.