Alzheimer's Disease – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

Alzheimer
Sumber: lappui.org


Pengertian Alzheimer

Alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif yang sangat kompleks dan memengaruhi fungsi otak seseorang. Gangguan ini menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, termasuk daya ingat, pemikiran abstrak, serta bahasa. 

Penyebab Alzheimer

Penyebab Alzheimer secara spesifik belum diketahui dengan pasti. Namun, sejumlah faktor telah diidentifikasi sebagai berpotensi memengaruhi perkembangan penyakit ini. Gangguan fungsi kognitif umumnya disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf pusat yang meliputi gangguan suplai oksigen ke otak, degenerasi/penuaan, penyakit Alzheimer, dan malnutrisi (Triyulianti & Ayuningtyas, 2022). Dari faktor-faktor tersebut, penyakit Alzheimer menjadi salah satu penyebab utama gangguan kognitif pada lansia.

Gejala Alzheimer

Gejala Alzheimer bervariasi dari individu ke individu, tetapi ada beberapa gejala umum yang sering terjadi. Gejala-gejala umum Alzheimer meliputi kesulitan mengingat informasi baru, kesulitan berbicara atau menulis dengan lancar, kesulitan dalam melakukan tugas-tugas yang sebelumnya bisa dilakukan dengan mudah, hilangnya orientasi terhadap waktu dan tempat, perubahan suasana hati, serta kesulitan dalam mengambil keputusan.

Diagnosis Alzheimer

Diagnosis Alzheimer dapat dilakukan melalui evaluasi medis dan tes kognitif. Evaluasi medis meliputi riwayat medis, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium untuk menyingkir akan kemungkinan penyakit lain yang mungkin memiliki gejala serupa. Tes kognitif, seperti tes daya ingat dan pemikiran abstrak, juga digunakan untuk mengevaluasi kemampuan kognitif seseorang.

Faktor Risiko Alzheimer

Terdapat beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penyakit Alzheimer. Salah satu faktor risiko utama adalah usia lanjut. Biasanya, penyakit Alzheimer terjadi lebih sering pada orang yang berusia 65 tahun ke atas. Selain usia lanjut, faktor risiko lainnya termasuk riwayat keluarga dengan Alzheimer, genetika, riwayat trauma kepala yang serius, gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan kebiasaan minum alkohol secara berlebihan (Arwin & Pratiwi, 2020). 

Selain itu, faktor-faktor medis seperti penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular juga dapat meningkatkan risiko terjadinya Alzheimer. Selain itu, alel APOE e4 juga diketahui meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.

Pengobatan Alzheimer

Pengobatan untuk Alzheimer hingga saat ini belum ada yang dapat menyembuhkan penyakit secara keseluruhan. Namun, terdapat beberapa strategi pengobatan yang dapat membantu mengelola gejala dan memperlambat perkembangan Penanganan Alzheimer dapat dilakukan dengan pendekatan multidisiplin, yang meliputi pengobatan farmakologis dan non-farmakologis. 

Di mana intervensi farmakologis melibatkan penggunaan obat-obatan seperti inhibitor asetilkolinesterase seperti donepezil, rivastigmine, dan galantamine untuk meningkatkan aktivitas neurotransmitter otak yang terlibat dalam memori dan pemikiran. 

Pada sisi non-farmakologis, pendekatan tersebut meliputi intervensi psikososial yang melibatkan terapi kognitif, terapi fisik dan olahraga, serta dukungan sosial bagi individu yang mengalami Alzheimer untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan membantu mengelola gejala penyakit.

Pencegahan Alzheimer

Salah satu langkah penting dalam pencegahan Alzheimer adalah menjaga gaya hidup yang sehat. Adapun langkah-langkah yang dapat diambil meliputi:

  1. Mengadopsi pola makan sehat: Makanan yang kaya akan antioksidan, vitamin, dan lemak sehat seperti sayuran, buah-buahan, ikan berlemak, dan biji-bijian dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko Alzheimer.
  2. Tetap aktif secara fisik: Olahraga secara teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah ke otak sehingga mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
  3. Menjaga kesehatan mental: Melakukan kegiatan yang merangsang pikiran seperti membaca, menulis, memecahkan teka-teki, dan bermain puzzle membantu menjaga fungsi kognitif dan mencegah terjadinya penyakit Alzheimer.
  4. Meningkatkan kualitas tidur: Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk meningkatkan fungsi kognitif dan mengurangi risiko Alzheimer.
  5. Menjaga kesehatan jantung: Merawat kondisi kardiovaskular dan mencegah penyakit jantung seperti hipertensi dan diabetes dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer.
  6. Menghindari faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan juga penting dalam pencegahan Alzheimer. Dalam penanganan dan pencegahan Alzheimer, penting bagi individu untuk mengadopsi gaya hidup yang sehat. 

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini dan membuat pilihan gaya hidup yang positif, individu dapat secara signifikan mengurangi risiko terkena penyakit Alzheimer.

 

Referensi

Triyulianti, S., & Ayuningtyas, L.. (2022, August 30). Pengaruh Brain Gym dan Resistance Exercise Pada Lansia dengan Kondisi Demensia Untuk Meningkatkan Fungsi Kognitif. https://scite.ai/reports/10.36341/jif.v5i02.2678

Arwin, L., & Pratiwi, J. N.. (2020, February 17). Peran Neuroprotektor Astaxanthin dalam Pencegahan Penyakit Alzheimer. https://scite.ai/reports/10.32584/jikj.v3i1.469