Anoreksia Nervosa (Gangguan Makan) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Anoreksia
Sumber: nirujahealthtech.com

Pengertian Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai oleh ketakutan ekstrem terhadap kegemukan atau menambah berat badan, pengurangan asupan makanan yang ekstrem, dan citra tubuh yang terdistorsi. Gangguan ini dapat mempengaruhi individu secara fisik, psikologis, dan sosial.

Penyebab dan Faktor Risiko Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah penyakit yang kompleks dan penyebabnya belum diketahui dengan pasti, meskipun data yang tersedia menunjukkan bahwa kemungkinan disebabkan oleh interaksi beberapa faktor risiko genetik dan lingkungan. 

Namun, pada suatu titik tertentu, faktor penyebab anoreksia nervosa akan konvergen, membuat seseorang mengembangkan keyakinan bahwa mereka harus menurunkan berat badan. 

Beberapa faktor yang telah dikaitkan dengan anoreksia nervosa adalah riwayat keluarga, obesitas, kekhawatiran tentang berat badan, adanya komorbiditas psikiatrik, dan penyalahgunaan zat. 

Selain itu, anoreksia nervosa umumnya lebih banyak ditemukan dalam literatur Barat dan jarang terjadi dalam budaya non-Barat.

Gejala Anoreksia Nervosa

Gejala anoreksia nervosa mencakup penurunan berat badan yang signifikan, ketidakmampuan untuk menerima berat badan yang sehat, kekeringan kulit, kelelahan, gangguan tidur, dan hilangnya periode menstruasi pada perempuan. 

Namun, perlu diingat bahwa sebagian besar penderita anoreksia nervosa tidak kehilangan nafsu makan mereka. Namun, meskipun gejala ini dapat menjadi petunjuk adanya anoreksia nervosa, diagnosis akurat harus dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman.

Diagnosis Anoreksia Nervosa

Diagnosis anoreksia nervosa biasanya didasarkan pada kriteria yang ditetapkan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental Kelima (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association

DSM-5 memberikan pedoman bagi para profesional medis atau psikiater untuk mengidentifikasi gejala dan tanda-tanda dari anoreksia nervosa dengan lebih tepat. 

Namun, penting juga untuk mencatat bahwa diagnosis tidak hanya didasarkan pada satu aspek tunggal saja. Diagnosis komprehensif akan melibatkan observasi terhadap pola makan seseorang, berapa banyak berkurangnya berat badan mereka serta pemahaman tentang pikiran dan perilaku mereka terkait pola pengurangan tersebut.

Diagnosa ini harus dilakukan oleh seorang spesialis di bidang kejiwaan atau dokter dengan pengetahuan mendalam tentang gangguan makna anak-anak supaya dapat memastikan diagnosis yang akurat.

Komplikasi Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang serius bagi kesehatan individu. Tidak hanya itu, anoreksia nervosa juga dapat menyebabkan anemia gizi, menurunnya massa otot, depresi, dan menurunnya densitas tulang serta meningkatnya kelainan mineral tulang pada wanita (Azzahara & Dhanny, 2021). 

Selain itu, wanita dengan anoreksia nervosa juga dapat mengalami gangguan reproduksi, seperti hambatan dalam pematangan folikel dan ovulasi di ovarium (Azzahara & Dhanny, 2021). 

Hal ini dapat menyebabkan risiko kehamilan yang tidak normal sehingga dapat melahirkan bayi prematur.

Pengobatan Anoreksia Nervosa

Pengobatan anoreksia nervosa harus dilakukan oleh tim medis yang terdiri dari seorang dokter, psikolog, dan ahli gizi yang berpengalaman dalam menangani gangguan makan. Pada umumnya, pengobatan anoreksia nervosa melibatkan pendekatan multidimensi yang mencakup terapi medis, terapi psikologis, dan dukungan gizi. 

Tindakan medis yang dilakukan mungkin termasuk pemantauan status kesehatan fisik, pemulihan berat badan yang sehat, dan pengobatan komplikasi-komplikasi kesehatan yang mungkin terjadi sebagai akibat dari anoreksia nervosa. 

Selain itu, terapi psikologis juga menjadi komponen penting dalam pengobatan anoreksia nervosa. Terapi psikologis seperti terapi kognitif perilaku dan terapi suportif dapat membantu individu dalam mengubah pola pikiran dan perilaku yang terkait dengan anoreksia nervosa.

Terapi farmakologis juga merupakan salah satu metode pengobatan yang dapat digunakan untuk mengatasi anoreksia nervosa. Namun, perlu diketahui bahwa terapi farmakologis tidak memperbaiki langsung gejala dan tanda-tanda dari anoreksia nervosa, tetapi dapat membantu dalam mengelola beberapa komplikasi kesehatan yang mungkin timbul akibat gangguan tersebut.

Salah satu jenis obat yang sering digunakan dalam terapi farmakologis anoreksia nervosa adalah antidepresan selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI) seperti fluoxetine, sertraline, dan escitalopram biasanya digunakan dalam pengobatan anoreksia nervosa. 

Namun, penting untuk dicatat bahwa penggunaan obat-obatan tidak akan efektif jika tidak dikombinasikan dengan dukungan psikoterapi intensif serta mendapatkan bantuan dari ahli gizi.

Pencegahan Anoreksia Nervosa

Pencegahan anoreksia nervosa sangat penting untuk mencegah timbulnya gangguan makan tersebut pada individu terutama pada remaja. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah anoreksia nervosa antara lain:

  1. Mendorong pola makan sehat dengan makan makanan yang bergizi dan seimbang.
  2. Menghindari diet yang ekstrem atau tidak sehat.
  3. Memiliki pola pikir yang positif terkait dengan tubuh dan berat badan.
  4. Mempromosikan citra tubuh yang positif dan membangun rasa percaya diri.
  5. Menghindari membandingkan diri dengan orang lain berdasarkan penampilan fisik.
  6. Memperkuat hubungan sosial dan dukungan emosional dari keluarga, teman, dan komunitas.
  7. Sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya pola makan yang sehat serta dampak buruk dari gangguan makan, termasuk anoreksia nervosa.
  8. Mendorong individu untuk melibatkan diri dalam aktivitas fisik yang sehat dan menyenangkan, bukan sebagai alat untuk mencapai tujuan penurunan berat badan yang ekstrem.

Referensi

Azzahara, N. F., & Dhanny, D. R.. (2021, September 18). Hubungan Psikososial dan Status Gizi pada Remaja Wanita dengan Anoreksia Nervosa. https://scite.ai/reports/10.24853/myjm.2.1.1-9