Infeksi Cacing Gelang (Askariasis) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

sumber: id.depositphotos.com


Pengertian Askariasis

Askariasis merupakan infeksi parasit yang disebabkan oleh cacing gelang. Cacing ini biasanya hidup di usus manusia dan dapat tumbuh hingga panjang sekitar 15-35 cm. Infeksi askariasis dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing gelang. Gejala umum dari askariasis meliputi sakit perut, mual, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan anemia.

Penyebab & Faktor Risiko Askariasis

Askariasis disebabkan oleh infeksi parasit cacing gelang yang dikenal dengan

Ascaris lumbricoides. Cacing ini biasanya hidup di usus manusia dan menggunakan tubuh manusia sebagai inang untuk berkembang biak. Penyebab utama infeksi askariasis adalah konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing gelang. Penyakit ini umumnya terjadi pada daerah dengan sanitasi yang buruk, di mana kondisi kebersihan dan higiene tidak terjaga dengan baik.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kejadian askariasis antara lain:

  1. Kurangnya sanitasi: Infeksi askariasis lebih sering tadi pada daerah atau lingkungan yang sanitasinya buruk, di mana kebersihan dan higiene tidak terjaga dengan baik.
  2. Kurangnya kebersihan pribadi: Kurangnya kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi askariasis.
  3. Kurangnya akses terhadap air bersih: Ketidaktersediaan air bersih yang memadai dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi askariasis, karena sulit untuk menjaga kebersihan diri dan mencuci makanan.
  4. Kondisi lingkungan yang buruk: Tempat tinggal yang padat dengan ventilasi yang kurang baik dan kebersihan lingkungan yang buruk.
  5. Kemiskinan: Orang-orang yang hidup dalam kondisi kemiskinan seringkali sulit untuk memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi dan lingkungan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi askariasis.

Gejala Askariasis

Gejala umum dari askariasis meliputi sakit perut, mual, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan anemia. Infeksi cacing gelang (askariasis) biasanya terjadi saat larva cacing yang tertelan masuk ke dalam usus manusia dan berkembang menjadi cacing dewasa. Setelah itu, cacing dewasa ini dapat menghasilkan telur yang keluar bersama dengan tinja. Gejala-gejala seperti sakit perut dapat terjadi karena adanya pergerakan cacing di dalam usus, sedangkan mual, diare, dan kehilangan nafsu makan dapat terjadi akibat iritasi yang disebabkan oleh cacing atau reaksi tubuh terhadap infeksi.

Diagnosis Askariasis

Diagnosis askariasis dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain:

1. Pemeriksaan tinja: Dokter akan meminta Anda untuk memberikan sampel tinja untuk diperiksa keberadaan telur atau cacing dewasa Ascaris lumbricoides. Sampel ini biasanya diambil dalam beberapa hari berturut-turut untuk meningkatkan akurasi diagnosis.

2. Pemeriksaan darah: Tes darah dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya peningkatan kadar eosinofil, yaitu jenis sel darah putih yang meningkat saat terjadi infeksi cacing gelang.

Komplikasi Askariasis

Meskipun sebagian besar kasus askariasis tidak menimbulkan gejala yang parah, namun jika tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat infeksi ini meliputi:

  1. Pneumonia migrans: Sejumlah kecil larva cacing gelang dapat masuk ke saluran pernapasan dan bermigrake paru-paru, menyebabkan pneumonia migrans.
  2. Obstruksi usus: Jika cacing dewasa bergerak ke saluran pencernaan yang lebih besar, mereka dapat menyebabkan obstruksi usus.
  3. Perforasi usus: Infeksi yang berat dan tidak diobati dapat menyebabkan perforasi atau kerusakan pada dinding usus.
  4. Malnutrisi: Infeksi askariasis yang terus-menerus dapat menyebabkan kurangnya penyerapan nutrisi dalam usus, yang dapat mengakibatkan malnutrisi dan retardasi pertumbuhan pada anak-anak.
  5. Gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental: Pada anak-anak, infeksi askariasis yang tidak diobati dengan tepat dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan fisik serta mental mereka.

Pengobatan Askarias

Pengobatan askariasis dilakukan untuk menghilangkan infeksi cacing gelang Ascaris lumbricoides dan meringankan gejala yang mungkin timbul. Ada beberapa jenis obat yang digunakan dalam pengobatan askariasis, dokter akan meresepkan obat antiparasit yang efektif dalam membunuh cacing dewasa. Beberapa jenis obat yang sering digunakan termasuk mebendazol atau albendazol. Pemberian obat ini biasanya dilakukan selama beberapa hari hingga minggu tertentu, tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

Selain pengobatan dengan obat-obatan, penting juga untuk melakukan tindakan pencegahan dan menghindari penularan infeksi askariasis.

Pencegahan Askariasis

Pencegahan askariasis sangat penting untuk mengurangi penularan infeksi dan membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam pencegahan askariasis. Pertama, promosi kebersihan diri seperti mencuci tangan dengan sabun secara rutin merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah penyebaran telur cacing Ascaris lumbricoides. Selain itu, menjaga sanitasi lingkungan juga memiliki peranan yang besar dalam pencegahan ini. Pengelolaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang baik dapat membantu menghindari kontaminasi oleh telur cacing tersebut.

Selanjutnya, pendidikan tentang penyakit ini juga harus ditingkatkan agar masyarakat lebih menyadari risikonya dan bisa melakukan langkah-langkah preventif dengan benar sehingga dapat mengurangi penularan infeksi.