Crohn Disease – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Crohn
Sumber: patient.gastro.org

Pengertian Crohn Disease

Crohn Disease adalah penyakit inflamasi kronis yang mempengaruhi saluran pencernaan. Penyakit ini dapat terjadi di bagian mana pun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus. Crohn Disease termasuk dalam kelompok penyakit inflamasi usus (inflammatory bowel disease - IBD).

Pada Crohn Disease, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel-sel normal pada dinding saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan. Hal ini bisa mengakibatkan gejala seperti diare kronis, nyeri perut, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dengan mudah, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

Penyebab & Faktor Risiko Crohn Disease

Penyebab Crohn Disease belum sepenuhnya dipahami, namun diduga disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik, lingkungan, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami perkembangan penyakit ini meliputi:

  1. Riwayat keluarga: Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan Crohn Disease memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit ini.
  2. Merokok: Merokok dapat mempengaru garu risiko seseorang untuk mengembangkan Crohn Disease.
  3. Kurangnya zat gizi: Diet yang rendah serat dan kaya lemak dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan Crohn Disease.
  4. Stres: Stres kronis dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang kemudian dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan Crohn Disease.
  5. Faktor lingkungan: Paparan terhadap infeksi, polusi udara, atau bahan kimia tertentu juga dapat mempengaruhi risiko seseorang untuk mengembangkan Crohn Disease.

Gejala Crohn Disease

Gejala Crohn Disease dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan peradangan. Beberapa gejala umum yang sering muncul pada penderita Crohn Disease meliputi:

  1. Diare kronis: Penderita Crohn Disease biasanya mengalami diare yang persisten dan berkepanjangan. Tinja juga bisa menjadi lunak atau berdarah.
  2. Nyeri perut: Terjadi nyeri atau kram perut yang bisa bersifat konstan atau sesekali-waktu.
  3. Penurunan berat badan: Kehilangan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dengan mudah adalah gejala lain yang sering terjadi pada penderita Crohn Disease.

Diagnosis Crohn Disease

Diagnosis penyakit Crohn dapat dilakukan melalui beberapa metode. Pertama, anamnesis gejala klinis dan riwayat keluarga dengan penyakit ini sangat penting dalam mengidentifikasi kemungkinan adanya Crohn Disease. Selain itu, pemeriksaan fisik juga dapat memberikan petunjuk awal mengenai kemungkinan penyakit Crohn.

Selanjutnya, untuk memastikan diagnosisnya, dilakukan pemeriksaan penunjang seperti endoskopi dan pemeriksaan patologi anatomi. Endoskopi memiliki peran utama dalam menentukan diagnosis awal, membedakan penyakit Crohn dengan kolitis ulseratif, serta menentukan lokasi lesi dan aktivitas penyakit (Siwy & Gosal, 2020). Endoskopi juga berguna dalam memantau respon pasien terhadap terapi yang diberikan.

Komplikasi Crohn Disease

Komplikasi dari Crohn Disease dapat beragam dan dapat mempengaruhi sistem tubuh lainnya. Beberapa komplikasi umum yang mungkin terjadi pada penderita adalah:

  1. Fistula: Crohn Disease dapat menyebabkan terbentuknya saluran abnormal antara dua bagian organ yang tidak seharusnya terhubung, seperti antara saluran pencernaan dengan kulit atau organ internal lainnya.
  2. Striktur: Peradangan kronis yang terjadi dalam dinding usus bisa menyebabkan jaringan parut dan penyempitanan pada saluran pencernaan.
  3. Abses: Infeksi dalam jaringan yang terhubung dengan saluran pencernaan dapat mengakibatkan terbentuknya abses, yaitu kantong yang berisi nanah.

Pengobatan & Penanganan Crohn Disease

Penanganan dan pengobatan Crohn Disease bertujuan untuk mengendalikan peradangan, meredakan gejala, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Pengobatan yang diberikan dapat berupa terapi obat, diet khusus, serta dalam beberapa kasus tertentu mungkin memerlukan tindakan bedah.

Terdapat beberapa jenis obat yang digunakan dalam pengobatan Crohn Disease. Contohnya adalah:

  1. Obat antiinflamasi: Digunakuntuk mengurangi peradangan dalam saluran cerna dan meredakan gejala seperti diare dan nyeri. Dalam hal ini, kortikosteroid seperti prednison dan budesonid dapat digunakan untuk meredakan peradangan dalam saluran cerna.
  2. Obat imunosupresan: Mempengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk menghambat peradangan. Contohnya adalah azathioprine dan methotrexate.
  3. Obat biologis: Diberikan dalam bentuk suntikan atau infus untuk menghambat mediator peradangan tertentu yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh, seperti tumor necrosis factor-alpha.
  4. Obat antidiare dan penyerap kelembaban: Digunakan untuk mengurangi diare dan memperlambat pergerakan usus. Obat antidiare seperti loperamide biasanya digunakan untuk menghentikan diare dengan melambatkan gerakan usus sehingga memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap air lebih banyak dari tinja

Selain obat, diet juga dapat memainkan peran penting dalam pengendalian Crohn Disease. Ada beberapa jenis diet yang bisa membantu mengelola gejala Crohn Disease, seperti:

  1. Diet tinggi serat: Makanan yang kaya serat dapat membantu mencegah sembelit dan meningkatkan fungsi pencernaan.
  2. Diet rendah residu: Makanan dengan serat yang lebih sedikit dapat membantu mengurangi gejala seperti diare dan peradangan.
  3. Diet bebas gluten: Beberapa orang dengan penyakit Crohn dapat merasakan peningkatan gejala setelah mengonsumsi gluten, jadi menghindari makanan yang mengandung gluten bisa membantu mengurangi gejala.
  4. Diet rendah karbohidrat fermentasi: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi konsumsi karbohidrat fermentasi dapat membantu mengurangi gejala peradangan pada Crohn Disease.
  5. Diet tinggi protein dan rendah lemak: Makanan dengan kandungan protein tinggi dapat membantu memperbaiki jaringan dan mempercepat penyembuhan luka pada saluran cerna.

Pencegahan Crohn Disease

Pencegahan Crohn Disease melibatkan langkah-langkah untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini. Meskipun belum ada cara yang pasti untuk mencegah Crohn Disease, beberapa tindakan dapat membantu mengelola risiko dan mencegah terjadinya flare-up atau kekambuhan penyakit tersebut.

  1. Penting bagi Anda untuk menjaga pola makan yang sehat. Langkah ini meliputi mengonsumsi diet tinggi serat dengan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian untuk meningkatkan fungsi pencernaan.
  2. Hindarilah makanan yang dapat memicu peradangan seperti makanan tinggi lemak, makanan cepat, dan makanan olahan.
  3. Menjaga gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat membantu mengurangi risiko terkena Crohn Disease.
  4. Rajin berolahraga dan menjaga berat badan yang sehat juga merupakan bagian penting dalam pencegahan Crohn Disease.
  5. Penting juga untuk menghindari stres dan mencari cara-cara untuk mengelola stres dengan baik, karena stres dapat memicu peradangan pada saluran cerna dan memperburuk gejala Crohn Disease.
  6. Berkonsultasilah dengan dokter Anda secara teratur untuk memantau kondisi Anda dan menerima perawatan yang tepat.

 

Referensi

Siwy, P., & Gosal, F.. (2020, July 27). Penyakit Crohn: Laporan Kasus. https://scite.ai/reports/10.35790/msj.2.1.2020.29630