Cushing Syndrome – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Cushing Syndrome
Sumber: osmosis.org

Pengertian Cushing Syndrome

Cushing Syndrome adalah sebuah kondisi medis yang disebabkan oleh adanya kelebihan hormon kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan penting dalam mengatur stres, metabolisme, sistem kekebalan tubuh, dan tekanan darah. Ketika terjadi kelainan pada kelenjar adrenal atau organ lain yang menghasilkan kortisol, produksi hormon ini dapat meningkat secara berlebihan.

Kelebihan kortisol dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang serius, termasuk peningkatan berat badan, perubahan pada bentuk tubuh dan distribusi lemak, kulit yang tipis dan rentan terhadap kerusakan, hipertensi, gangguan tidur, kelelahan kronis, dan depresi. 

Selain itu, Cushing Syndrome juga dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan menyebabkan osteoporosis yang rentan terhadap patah tulang.

Penyebab & Faktor Risiko Cushing Syndrome

Cushing Syndrome disebabkan oleh kelebihan hormon kortisol dalam tubuh. Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa faktor, termasuk pengobatan dengan kortikosteroid yang berlebihan, tumorm di kelenjar pituitari atau adrenal yang menghasilkan kortisol secara berlebihan, atau peningkatan produksi hormon adrenokortikotropin oleh tumor di luar kelenjar pituitari. 

Tumor pada kelenjar pituitari adalah penyebab paling umum dari Cushing Syndrome, dikenal sebagai Cushing's disease.

Faktor risiko untuk mengembangkan Cushing Syndrome meliputi penggunaan jangka panjang kortikosteroid, memiliki tumor pada kelenjar pituitari, tumor pada kelenjar adrenal, atau kondisi medis tertentu yang meningkatkan produksi hormon adrenokortikotropin, seperti sindrom Cushing adrenal.

Gejala Cushing Syndrome

Gejala Cushing Syndrome dapat bervariasi antara individu, tetapi gejala yang umum termasuk obesitas yang terkonsentrasi di area perut dan wajah (moon face), kulit tipis dan rapuh yang mudah memar, hipertensi (tekanan darah tinggi), kelemahan otot, kelelahan kronis, depresi atau gangguan mood, perubahan pada siklus menstruasi wanita, pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh.

Diagnosis Cushing Syndrome

Diagnosis Cushing Syndrome dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengumpulkan riwayat medis secara detail. 

Kemudian, tes darah akan dilakukan untuk mengukur kadar kortisol dalam tubuh. Jika hasilnya menunjukkan peningkatan kadar kortisol yang tidak normal, maka langkah selanjutnya adalah tes supresi deksametason atau tes urin 24 jam.

Tes supresi deksametason dilakukan dengan memberikan obat deksametason dan kemudian memeriksa kadar kortisol dalam darah atau urine setelah beberapa waktu. Jika hasil tes menunjukkan penurunan kadar kortisol, maka kemungkinan besar individu tersebut tidak menderita Cushing Syndrome.

Komplikasi Cushing Syndrome

Komplikasi yang bisa terjadi pada Cushing Syndrome termasuk peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, osteoporosis (penurunan kepadatan tulang), dan infeksi berulang. Kortisol yang berlebihan dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pada gula darah, sehingga meningkatkan risiko diabetes.

Peningkatan tekanan darah atau hipertensi adalah komplikasi umum lainnya dari Cushing Syndrome. Hal ini disebabkan oleh efek kortisol terhadap pembuluh darah, yang dapat menyebabkan penyempitan dan peningkatan tekanan darah.

Pengobatan Cushing Syndrome

Pengobatan untuk Cushing Syndrome tergantung pada penyebabnya. Jika sindrom ini disebabkan oleh penggunaan jangka panjang kortikosteroid, dokter dapat mengurangi dosis atau mencari alternatif lain yang tidak mempengaruhi kadar kortisol dalam tubuh.

Jika sindrom ini disebabkan oleh tumor pada kelenjar pituitari atau adrenal, pilihan pengobatannya adalah operasi. Dokter akan menghapus tumor dan mengembalikan produksi hormon ke tingkat normal.

Namun, jika operasi tidak mungkin dilakukan atau tidak berhasil, pengobatan lain seperti radioterapi atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat dipertimbakan.

Pencegahan Cushing Syndrome

Sayangnya, tidak ada metode pencegahan yang dapat secara langsung mencegah terjadinya Cushing Syndrome. Menyadari akan risiko yang ada, dapat dilakukan beberapa langkah untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah terkena sindrom ini.

Pertama, penting untuk meminimalkan penggunaan jangka panjang kortikosteroid kecuali diperlukan untuk kondisi medis tertentu. Jika Anda sedang menggunakan kortikosteroid dalam jangka waktu lama, penting untuk bekerja sama dengan dokter Anda agar dosisnya dikontrol dan ditingkatkan secara bertahap.

Dalam situasi ini, beberapa dokter mencari pengobatan herbal sebagai alternatif untuk menghindari efek samping seperti hipertensi dan diabetes yang disebabkan oleh penggunaan jangka panjang kortikosteroid.