Diabetes Gestasional – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

diabetes gestasional
Sumber: buoyhealth.com

Pengertian Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada wanita hamil. Diabetes gestasional biasanya muncul ketika tubuh tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik selama kehamilan. Ketidakseimbangan kadar gula darah ini bisa berbahaya bagi ibu dan janin yang sedang dikandung.

Wanita yang mengalami diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari. Meskipun begitu, kondisi ini biasanya hilang setelah kelahiran bayi.

Pada wanita yang lebih rentan terhadap diabetes gestasional, termasuk mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes gestasional, ketidakseimbangan hormon yang terkait dengan kehamilan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengontrol gula darah dengan baik.

Penyebab & Faktor Risiko Diabetes Gestasional

Penyebab utama diabetes gestasional adalah ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin dengan efektif selama kehamilan. Selama kehamilan, hormon yang diproduksi oleh plasenta dapat mengganggu kerja insulin dalam memproses gula darah.

Faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes gestasional meliputi:

  1. Riwayat keluarga: Jika ada anggota keluarga dekat (misalnya ibu atau saudara) yang memiliriwayat diabetes gestasional, risiko Anda untuk mengembangkan kondisi ini juga meningkat.
  2. Riwayat diabetes gestasional sebelumnya: Jika Anda sudah pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini lagi pada kehamilan berikutnya.
  3. Obesitas: Berat badan yang berlebih atau kegemukan sebelum hamil juga meningkatkan risiko diabetes gestasional
  4. Kerusakan toleransi glukosa: Jika tes penyalur glukosa menunjukkan kadar gula darah yang tinggi setelah mengonsumsi jumlah glukosa tertentu, hal ini dapat menunjukkan adanya kerusakan toleransi glukosa dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional.
  5. Riwayat sindrom ovarium polikistik: PCOS adalah kondisi yang ditandai oleh gangguan hormon penyebab di mana ovarium menghasilkan banyak hormon pria yang dapat mempengaruhi jumlah insulin yang diproduksi oleh tubuh. Wanita dengan riwayat sindrom ovarium polikistik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes gestasional.
  6. Usia: Risiko diabetes gestasional juga meningkat dengan bertambahnya usia wanita.
  7. Ras dan etnis: Beberapa ras dan kelompok etnis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes gestasional selama kehamilan, seperti wanita Asia Selatan, Afrika, Hispanik, dan pulau Pasifik.
  8. Tekanan darah tinggi: Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil atau selama kehamilan, risiko Anda untuk mengembangkan diabetes gestasional juga meningkat.
  9. Riwayat diabetes tipe 2: Jika Anda sudah menderita diabetes tipe 2 sebelum hamil, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami diabetes gestasional.
  10. Sejarah kelahiran bayi besar: Jika Anda pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 9 pon (diabetes melitus gestasional tingkat 2 atau makrosomia), risiko Anda untuk mengembangkan diabetes gestasional pada kehamilan berikutnya juga meningkat.
  11. Tekanan darah tinggi saat hamil: Jika Anda mengalami hipertensi gestasional, atau tekanan darah tinggi selama kehamilan, risiko Anda untuk mengembangkan diabetes gestasional juga meningkat.
  12. Gangguan metabolisme glukosa pra-kehamilan: Jika Anda memiliki riwayat gangguan metabolisme glukosa sebelum hamil, seperti prediabetes atau intoleransi glukosa terganggu, risiko Anda untuk mengembangkan diabetes gestasional juga meningkat.

Gejala Diabetes Gestasional

Gejala diabetes gestasional biasanya tidak terlihat dengan jelas dan sering kali tidak menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan pada ibu hamil. Namun, ada beberapa gejala yang dapat muncul, antara lain:

  1. Poliuria: Sering buang air kecil dan produksi urine yang lebih banyak dari biasanya.
  2. Polidipsia: Rasa haus yang berlebihan.
  3. Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  4. Kelelahan atau rasa lelah yang tidak dapat dijelaskan.
  5. Rasa lapar berlebihan.

Diagnosis Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional dapat didiagnosis melalui beberapa metode tes glukosa darah. Biasanya, test oral toleransi glukosa diberikan kepada wanita hamil antara usia 24-28 minggu kehamilan. Tes ini dilakukan dengan cara memberikan minuman manis yang mengandung jumlah glukosa tertentu dan kemudian memeriksa kadar gula darah setelah dua jam.

Berdasarkan kriteria diagnostik yang umum digunakan, diagnosis diabetes gestasional dapat ditegakkan apabila terdapat 2 atau lebih kriteria sebagai berikut: glukosa darah puasa ≥95 mg/dL; 1 jam ≥180 mg/dL, 2 jam ≥155 mg/dL, dan 3 jam ≥140 mg/dL. 

Komplikasi Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada ibu hamil dan janinnya. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:

  1. Preeklampsia: Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan preeklampsia, yaitu tekanan darah tinggi yang disertai dengan kerusakan organ seperti ginjal atau hati.
  2. Persalinan prematur: Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk melahirkan sebelum waktu yang ditentukan, yang dapat mengakibatkan komplikasi pada bayi.
  3. Bayi besar atau makrosomia: Diabetes gestasional dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat yang lebih besar dari normal, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam proses persalinan dan meningkatkan risiko cidera pada bayi saat lahir dan juga meningkatkan risiko bayi untuk mengembangkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 di masa mendatang.
  4. Hipoglikemia neonatal: Bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah setelah lahir, karena bayi yang terbiasa dengan tingkat glukosa darah yang tinggi selama kehamilan.

Pengobatan Diabetes Gestasional

Pengobatan Diabetes Gestasional melibatkan perubahan gaya hidup dan diet sehat. Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali sehingga mengurangi risiko komplikasi bagi ibu dan bayi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dokter akan merekomendasikan beberapa langkah berikut:

  1. Perubahan Pola Makan: Wanita dengan diabetes gestasional harus memperhatikan asupan karbohidrat, lemak, dan protein dalam makanan mereka.
  2. Aktivitas Fisik: Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau berenang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mengontrol diabetes gestasional.
  3. Monitoring Glukosa Darah: Wanita dengan diabetes gestasional sering diminta untuk memantau kadar glukosa darah mereka secara sistematis menggunakan peralatan monitor glukosa darah.
  4. Monitoring Berat Badan: Wanita dengan diabetes gestasional diharapkan untuk mengontrol berat badan mereka secara teratur.
  5. Pemberian Insulin atau Obat Hipoglikemik: Pada beberapa kasus, wanita dengan diabetes gestasional mungkin perlu membutuhkan insulin atau obat hipoglikemik untuk membantu mengontrol kadar gula darah mereka.
  6. Konsultasi dengan Ahli Gizi atau Dokter Spesialis: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merujuk wanita dengan diabetes gestasional untuk berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis dalam nutrisi untuk mendapatkan pandangan yang tepat mengenai diet dan pengobatan untuk diabetes gestasional.
  7. Monitoring dan Tes Rutin: Wanita dengan diabetes gestasional harus menjalani tes rutin untuk memantau perkembangan kondisi mereka dan memastikan bahwa pengobatan yang dilakukan efektif.
  8. Pertemuan rutin dengan tim medis: Wanita dengan diabetes gestasional harus menjadwalkan pertemuan rutin dengan dokter dan tim medis mereka, termasuk ahli gizi, dokter kandungan, dan endokrinologis.
  9. Edukasi dan Pemahaman: Wanita dengan diabetes gestasional perlu mendapatkan edukasi yang komprehensif tentang pengobatan dan pentingnya mengikuti langkah-langkah pengobatan yang direkomendasikan.
  10. Dukungan Emosional: Penting bagi wanita dengan diabetes gestasional untuk mendapatkan dukungan emosional dari keluarga dan pasangan mereka selama masa kehamilan.

Pencegahan Diabetes Gestasional

Pencegahan Diabetes Gestasional merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi ini pada wanita hamil. Untuk mencegah diabetes gestasional, beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan:

  1. Menjaga pola makan sehat: Memperhatikan asupan karbohidrat, lemak, dan protein dalam makanan Anda sangat penting. Menghindari konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana serta meningkatkan konsumsi serat dari sayuran, bu dan biji-bijian dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil.
  2. Mengatur berat badan yang sehat: Jaga agar berat badan Anda tetap dalam rentang yang sehat selama kehamilan.
  3. Berolahraga secara teratur: Melakukan aktivitas fisik yang cukup seperti berjalan, berenang, atau yoga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur kadar glukosa darah, sehingga dapat membantu mencegah diabetes gestasional.
  4. Mengikuti kunjungan prenatal yang teratur: Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dapat membantu mendeteksi dan mengatasi masalah kesehatan sejak dini, termasuk risiko diabetes gestasional.
  5. Menghindari stres berlebih: Stres yang berlebihan dapat mempengaruhi kadar gula darah dan mengganggu sistem hormonal, sehingga penting untuk menghindari stres berlebihan selama kehamilan guna mencegah diabetes gestasional.
  6. Menghindari konsumsi alkohol dan merokok: Alkohol dan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional, oleh karena itu penting untuk menghindari konsumsi kedua hal ini selama kehamilan.
  7. Mengikuti saran dari tenaga medis: Konsultasikan dengan dokter kandungan dan tim medis Anda untuk mendapatkan panduan dan saran terkait pencegahan diabetes gestasional yang spesifik untuk kondisi Anda.
  8. Menjaga tingkat glukosa darah yang stabil: Penting untuk memantau kadar gula darah Anda secara teratur dan mengambil langkah-langkah untuk menjaga kadar glukosa darah tetap stabil, seperti melakukan diet seimbang, menghindari makan berlebihan, dan mengatur pola makan Anda dengan tepat sesuai dengan saran dari dokter.
  9. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan: Menghindari minuman manis dan makanan yang tinggi gula tambahan dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil dan mencegah diabetes gestasional.
  10. Mengambil suplemen yang dianjurkan: Bergantung pada kondisi Anda, dokter mungkin merekomendasikan mengonsumsi suplemen tertentu seperti asam folat atau magnesium untuk membantu mencegah diabetes gestasional.