Diabetes Melitus Tipe I (DM tipe 1) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Diabetes
Source: ndss.com.au

Pengertian Diabetes Tipe I (DM tipe 1)

Diabetes Mellitus tipe 1 adalah jenis diabetes yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan cukup atau sama sekali. Insulin memiliki peran penting dalam mengatur tingkat glukosa dalam darah. Pada DM tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

DM tipe 1 sering kali muncul pada masa anak-anak, remaja, atau orang muda dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada usia dewasa.

Penyebab & Faktor Risiko DM tipe 1

Penyebab utama DM tipe 1 adalah kerusakan pada sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. Kerusakan ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi sel-sel pankreas sebagai benda asing dan menyerangnya. Berbagai faktor risiko juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan DM tipe 1, termasuk faktor genetik dan infeksi virus tertentu.

Kerusakan pada sel-sel pankreas dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan Imunologis dan adanya faktor lingkungan yang memicu respons autoimun. Hal ini sejalan dengan penelitian Sudargo et al, bahwa keturunan dan frekuensi konsumsi makanan berlemak menjadi faktor risiko DM tipe I. 

Penyebab DM tipe 1 juga dapat ditunjukkan oleh penelitian Sudargo et al yang menyebutkan bahwa faktor genetik berperan penting dalam risiko terkena DM tipe 1. 

Selain itu, faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena DM tipe 1 termasuk riwayat keluarga dengan riwayat diabetes, paparan virus tertentu seperti virus rubella atau sitomegalovirus, dan adanya kegemukan atau obesitas pada seseorang.

Gejala DM tipe 1

Gejala DM tipe 1 dapat muncul secara tiba-tiba dan berkembang dengan cepat. Beberapa gejala umum yang sering terjadi pada penderita DM tipe 1 antara lain:

  1. Rasa haus yang berlebihan dan sering merasa ingin minum.
  2. Buang air kecil yang lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari (polidipsia dan poliuria).
  3. Kelelahan yang berlebihan atau gangguan tidur.
  4. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  5. Nafsu makan yang meningkat tetapi sulit untuk menambah berat badan.
  6. Keringat malam hari.
  7. Kelemahan atau kelelahan yang persisten.
  8. Penglihatan kabur.
  9. Kulit yang kering atau gatal.

Gejala-gejala ini dapat berkembang secara bertahap atau muncul secara tiba-tiba.

Diagnosis DM tipe 1

Diagnosis DM tipe 1 biasanya dibuat berdasarkan gejala yang dialami oleh penderita serta hasil tes medis. Dokter akan melakukan wawancara untuk mengetahui riwayat kesehatan, gejala yang dialami, dan riwayat keluarga terkait diabetes. Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa tes darah, seperti:

  1. Tes gula darah puasa: Dilakukan setelah tidak makan atau minum selama minimal 8 jam.
  2. Tes toleransi glukosa oral: Penderita akan minum larutan glukosa dan darahnya akan diambil setelah 2 jam untuk memeriksa kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah.
  3. Tes HbA1C: Mengukur kadar gula darah rata-rata dalam 2-3 bulan terakhir untuk melihat kontrol gula darah jangka panjang.
  4. Pemeriksaan tes autoantibodi: Tes ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi yang menyerang sel β pankreas, yang merupakan tanda adanya reaksi autoimun yang terkait dengan DM tipe 1.

Komplikasi DM tipe 1

Komplikasi DM tipe 1 adalah risiko tinggi yang harus diperhatikan oleh penderita. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  1. Neuropati: Kerusakan pada saraf akibat gula darah tinggi dapat menyebabkan mati rasa, nyeri, atau kelemahan pada ekstremitas.
  2. Retinopati: Kerusakan pembuluh darah di retina bisa menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.
  3. Nefropati: Gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat merusak ginjal dan menyebabkan gangguan fungsi ginjal.
  4. Gangguan kardiovaskular: Diabetes tipe 1 dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya.
  5. Neuropati autonom: Gula darah tinggi dapat merusak saraf yang mengendalikan fungsi otot dan organ internal, seperti jantung, saluran pencernaan, dan kandung kemih.

Pengobatan DM tipe 1

Pengobatan DM tipe 1 bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Pada umumnya, pengobatan diabetes melitus tipe 1 melibatkan pemberian insulin secara eksogen, karena tubuh tidak mampu memproduksi cukup insulin sendiri.

Insulin diberikan dalam bentuk suntikan atau menggunakan pompa insulin. Dosis insulin harus disesuaikan dengan kebutuhan individu, biasanya terbagi menjadi dosis basal (insulin dasar) yang diberikan sepanjang hari untuk menjaga kadar gula darah stabil, dan dosis bolus (insulin cepat) yang ddiberikan sebelum makan guna mengendalikan peningkatan gula darah yang terjadi setelah makan. 

Selain penggunaan insulin, manajemen DM tipe 1 juga meliputi:

  1. Diet yang seimbang: Makanan dengan karbohidrat kompleks, serat tinggi, protein, dan lemak sebisa membantu dalam mengatur kadar gula darah.
  2. Olahraga teratur: Aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki sensitivitas tubuh terhadap insulin dan mengoptimalkan penggunaan glukosa dalam tubuh.
  3. Pengecekan gula darah secara teratur: Pasien DM tipe 1 perlu melakukan pengukuran gula darah secara berkala untuk memantau dan mengendalikan kadar gula darah mereka.Ketika kadar gula darah terkontrol dengan baik, risiko komplikasi DM tipe 1 dapat dikurangi.
  4. Terapi pengganti insulin, seperti infus insulin atau pompa insulin, juga bisa digunakan tergantung pada kebutuhan pasien dan keterjangkauannya.
  5. Kolaborasi dengan tim medis: Pasien DM tipe 1 perlu bekerja sama erat dengan dokter, endokrinologists, dan tim medis lainnya untuk merencanakan pengobatan yang tepat dan memonitor perkembangan kondisi mereka.
  6. Pendidikan dan dukungan: Penting bagi pasien DM tipe 1 untuk mendapatkan pendidikan tentang manajemen penyakit mereka dan mendapatkan dukungan psikologis untuk menghadapi tantangan yang terkait dengan diabetes melitus tipe 1.
  7. Membahas cara-cara untuk mengendalikan stres dan menjaga kesehatan mental juga merupakan bagian penting dalam manajemen DM tipe 1. Stress dapat mempengaruhi kadar gula darah dan kesehatan secara keseluruhan, oleh sebab itu penting untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam mengelola stres.

Pencegahan DM tipe 1

Pencegahan DM tipe 1 tidak dapat dilakukan karena penyebabnya tidak diketahui dan kejadian penderitaannya belum bisa dicegah. Untuk mengurangi risiko terjadinya komplikasi, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan pada pasien dengan DM tipe 1. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga faktor risiko yang dapat mempengaruhi penyakit kardiovaskular. Memperhatikan pola makan yang seimbang, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta mengikuti pengobatan dan perawatan yang direkomendasikan oleh tim medisnya adalah langkah-langkah penting dalam mengontrol DM tipe 1 dan mengurangi risiko komplikasi. Terlepas dari ketidakmampuan untuk mencegah DM tipe 1, pasien dan keluarga mereka dapat mengambil tindakan pencegahan yang dapat mengurangi risiko komplikasi dan memperbaiki kualitas hidup.