Diabetes Melitus tipe II (DM Tipe 2) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

DM Tipe 2
Source: healthjade.net


Pengertian DM Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2, juga dikenal sebagai DM Tipe 2, adalah suatu penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh resistensi insulin dan defisiensi insulin relatif. 

Resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak efektif dalam menggunakan insulin yang diproduksi, sedangkan defisiensi insulin relatif berarti bahwa pankreas masih mampu menghasilkan beberapa jumlah insulin, tetapi kurang untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

DM Tipe 2 merupakan bentuk diabetes yang paling umum dan sering terjadi pada orang dewasa.

Penyebab & Faktor Risiko DM Tipe 2

Penyebab utama dari diabetes melitus tipe 2 adalah resistensi insulin, yang berarti tubuh tidak memberikan respon yang efektif terhadap insulin. Selain itu, terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami diabetes tipe 2:

  1. Obesitas: Kelebihan berat badan, terutama lemak di area perut, dapat menyebabkan resistensi insulin.
  2. Kurangnya Aktivitas Fisik: Pola hidup yang tidak aktifdan kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko mengembangkan DM Tipe 2.
  3. Riwayat Keluarga: Jika anggota keluarga terdekat seperti orang tua atau saudara memiliki DM Tipe 2, kemungkinan seseorang untuk mengembangkan penyakit ini juga akan meningkat.
  4. Usia: Risiko mengembangkan DM Tipe 2 meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  5. Pola Makan: Konsumsi makanan yang tinggi gula dan karbohidrat sederhana, serta rendah serat, dapat meningkatkan risiko DM Tipe 2.
  6. Hipertensi: Tekanan darah tinggi dapat menjadi faktor risiko yang berkontribusi terhadap pengembangan DM Tipe 2.

Gejala DM Tipe

Gejala diabetes melitus tipe 2 sering kali tidak terlalu mencolok dan dapat muncul secara perlahan. Beberapa gejala yang umumnya terkait dengan DM Tipe 2 antara lain:

  1. Poliuria adalah gejala yang ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang tinggi dan produksi urine dalam jumlah yang besar
  2. Polidipsia: Rasa haus yang berlebihan dan sering merasa ingin minum.
  3. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan: Meskipun penurunan berat badan bisa terjadi, tetapi itu tidak selalu menjadi tanda pasti DM Tipe 2.
  4. Kelelahan: Merasa lelah dan kurang energi secara terus-menerus.
  5. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki.
  6. Luka yang sulit sembuh: Luka atau luka ringan yang sulit sembuh dan rentan terhadap infeksi.
  7. Penglihatan kabur: Masalah penglihatan yang tidak jelas atau buram.

Diagnosis DM Tipe 2

Diagnosis diabetes melitus tipe 2 dapat dilakukan melalui beberapa langkah dan pemeriksaan yang dilakukan oleh profesional medis. Beberapa metode umum yang digunakan dalam diagnosis DM Tipe 2 adalah:

  1. Pemeriksaan Kadar Gula Darah: Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan mengukur kadar glukosa dalam darah puasa atau setelah makan untuk menentukan apakah terjadi peningkatan gula darah.
  2. Tes Hemoglobin A1c (HbA1c): Tes ini memberikan informasi tentang kontrol gula darah dalam jangka waktu yang lebih lama, sekitar 2-3 bulan terakhir.
  3. Uji Toleransi Glukosa Oral: Tes ini melibatkan pengambilan sampel darah setelah seseorang meminum larutan mengandung glukosa.

Komplikasi DM Tipe 2

Komplikasi yang dapat muncul pada diabetes melitus tipe 2 adalah beragam dan seringkali mempengaruhi organ-organ tubuh yang penting. Adapun beberapa komplikasi yang biasanya terjadi pada penderita DM Tipe 2 antara lain:

  1. Komplikasi Pembuluh Darah: Diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, termasuk arteri besar dan kecil. Hal ini meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, serta masalah silasi seperti penyakit arteri perifer.
  2. Komplikasi Ginjal: Diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan memicu penyakit ginjal kronis.
  3. Masalah Mata: Diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina (mata), yang disebut retinopati diabetik.
  4. Komplikasi Neuropati: Diabetes melitus tipe 2 dapat menyebabkan kerusakan pada saraf perifer, yang dikenal sebagai neuropati diabetik.
  5. Komplikasi Infeksi: Penderita diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi karena kadar gula darah yang tinggi dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.
Pemerikasaan dan Pengobatan yang tepat serta menjaga gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi-komplikasi tersebut.

Pengobatan DM Tipe 2

Pengobatan diabetes melitus tipe 2 biasanya terdiri dari beberapa upaya yang dilakukan untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah timbulnya komplikasi. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan adalah:

  1. Perubahan gaya hidup: Hal ini mencakup peningkatan aktivitas fisik, perubahan pola makan, dan pengaturan berat badan untuk mencapai target kebugaran secara keseluruhan.
  2. Penggunaan obat-obatan: Dokter dapat merepublikasikan resep obat-obatan seperti metformin, sulfonylurea, atau insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah.
  3. Pengelolaan diri diabetes (diabetes self management): Pasien dengan diabetes melitus tipe 2 perlu belajar mengelola penyakit mereka sendiri melalui diabetes self management.

Pencegahan DM Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 dapat dicegah dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan melakukan beberapa perubahan pada pola makan serta rutinitas harian. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan DM Tipe 2:

  1. Mengatur Pola Makan: Konsumsi makanan seimbang dengan porsi yang tepat, hindari makanan tinggi lemak jenuh, gula tambahan, dan karbohidrat olahraga.
  2. Aktif secara fisik: Lakukan aktivitas fisik yang teratur, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda.
  3. Menjaga Berat Badan Ideal: Hindari obesitas dengan menjaga berat badan yang sehat dan mengurangi paparan terhadap faktor risiko seperti merokok atau konsumsi alkohol secara berlebihan.
  4. Mengontrol stres: Stres dapat mempengaruhi kadar gula darah, sehingga sangat penting untuk mengelola stres dengan efektif menggunakan berbagai teknik relaksasi dan meditasi yang tersedia atau kegiatan yang mengurangi stres seperti yoga atau hobi.
  5. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin: Rutin melakukan pemeriksaan gula darah dan pengukuran tekanan darah dapat membantu mendeteksi risiko diabetes melitus tipe 2 sejak dini.