Gastritis/Maag (Radang Lambung) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Gastritis
Sumber: onlymyhealth.com

Pengertian Gastritis

Gastritis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika dinding lambung mengalami inflamasi atau peradangan. Peradangan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat-obatan tertentu, alkoholisme, atau stres kronis. Ketika lambung mengalami peradangan, mukosa yang melapisi dinding lambung menjadi merah dan bengkak.

Penyebab & Faktor Risiko Gastritis

Terjadinya gastritis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat-obatan tertentu, alkoholisme, atau stres kronis. Bakteri H. pylori sering kali menjadi penyebab utama terjadinya peradangan pada lambung (gastritis) dan diketahui bahwa sekitar setengah dari populasi dunia terinfeksi oleh bakteri ini. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid juga dapat menyebabkan peradangan pada dinding lambung dan menyebabkan gastritis.

Selain penyebab utama, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gastritis. Salah satunya adalah konsumsi alkohol secara berlebihan. 

Faktor risiko lainnya termasuk merokok, penggunaan obat penghilang rasa sakit yang berkepanjangan, serta memiliki riwayat keluarga dengan gangguan pencernaan. 

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ahli, terungkap bahwa faktor risiko tambahan untuk gastritis adalah usia lanjut, terutama pada usia di atas 60 tahun. Dari penelitian di Arab Saudi, H. pylori, merokok, dan penggunaan obat pereda nyeri menjadi faktor risiko penting untuk menderita dispepsia.

Gejala Gastritis

Gejala gastritis bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada tingkat inflamasi yang terjadi di dinding lambung. Beberapa gejala umum gastritis meliputi:

  1. Rasa sakit atau sensasi terbakar di perut: Gejala ini biasanya muncul di daerah tengah dan atas perut.
  2. Mual dan muntah: Seseorang dengan gastritis dapat merasakan mual yang berkelanjutan, bahkan disertai dengan muntah.
  3. Kembung dan perut terasa penuh: Gastritis dapat menyebabkan perut kembung dan membuat seseorang merasa seperti perutnya terdapat tekanan atau penuh.
  4. Gangguan pencernaan: Gastritis dapat menyebabkan gangguan dalam proses pencernaan, seperti munculan gas, perut kembung, atau diare.
  5. Terbakar saat makan: Penderita gastritis sering merasakan rasa terbakar atau panas di dada segera setelah makan atau minum sesuatu.

Diagnosis Gastritis

Diagnosis gastritis dapat dilakukan melalui berbagai metode. Salah satu metode yang umum digunakan adalah endoskopi, di mana dokter akan memasukkan tabung fleksibel dengan kamera ke dalam lambung untuk melihat adanya peradangan atau luka pada dinding lambung. Selain itu, tes darah juga dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri H. pylori yang merupakan penyebab utama gastritis.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin juga akan melakukan biopsi selama endoskopi.

Komplikasi Gastritis

Komplikasi gastritis dapat terjadi jika tidak diobati dengan baik. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah ulkus peptikum, yaitu kerusakan pada permukaan lambung atau usus kecil. 

Jika gastritis kronis disebabkan oleh infeksi Helicobacter pylori yang tidak diobati, maka risiko kanker perut juga meningkat.

Selain itu, gastritis yang parah juga dapat menyebabkan pendarahan gastrointestinal akut. Tanda-tanda pendarahan ini termasuk muntah darah atau darah dalam tinja.

Pengobatan Gastritis

Pengobatan gastritis bertujuan untuk mengurangi peradangan di dinding lambung dan meringankan gejala yang terkait. Pengobatan biasanya melibatkan beberapa langkah, termasuk:

  1. Menghilangkan faktor penyebab: Jika gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri H. pylori, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut.
  2. Menghindari iritan seperti alkohol, asam makanan, dan obat-obatan tertentu yang dapat memperburuk kondisi lambung.
  3. Menggunakan obat antasida untuk mengurangi keasaman lambung dan meredakan nyeri.
  4. Mengonsumsi obat penghambat pompa proton untuk mengurangi produksi asam di lambung.

Pencegahan Gastritis

Pencegahan gastritis melibatkan langkah-langkah untuk menghindari faktor risiko yang dapat menyebabkan peradangan pada dinding lambung. Beberapa tips pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat merangsang produksi asam lambung, seperti alkohol, kopi, teh hitam, soda, makanan pedas, dan berlemak tinggi.
  2. Makan dalam porsi kecil dan sering daripada makan sekaligus dalam porsi besar.
  3. Hindari merokok, karena merokok dapat memperburuk peradangan lambung dan meningkatkan risiko gastritis kronis.
  4. Hindari menggunakan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid dalam jangka panjang tanpa pendampingan medis yang sesuai.