Infeksi Cacing Kremi (Enterobiasis) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

sumber: gmed.uz

Pengertian Enterobiasis

Enterobiasis merupakan infeksi oleh parasit yang diakibatkan oleh cacing kremi. Cacing ini biasanya hidup di usus manusia, terutama pada anak-anak. Enterobiasis dapat menyebar dengan cepat, terutama melalui kontak langsung dengan tinja atau benda-benda yang terkontaminasi telur cacing.

Infeksi enterobiasis umumnya tidak menyebabkan gejala yang parah. Namun, beberapa orang mungkin mengalami gatal-gatal di daerah anus, khususnya saat malam.

Penyebab & Faktor Risiko Enterobiasis

Enterobiasis atau infeksi cacing kremi disebabkan oleh cacing bernama Enterobius vermicularis. Cacing ini biasanya menginfeksi manusia, terutama anak-anak, dan dapat menyebabkan gejala seperti gatal-gatal di daerah anus.

Untuk mencegah penyebaran enterobiasis, menjaga kebersihan pribadi sangat penting. Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet atau sebelum makan. Selain itu, hindari menggaruk area yang gatal karena bisa membuat telur-telur cacing menempel pada jari-jari Anda dan berpindah ke tempat lain.

Faktor risiko untuk terinfeksi enterobiasis meliputi kontak langsung dengan individu yang sudah terinfeksi, kebersihan pribadi yang buruk, dan kondisi lingkungan yang tidak higienis. Selain itu, kurangnya kesadaran akan pentingnya mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau sebelum makan juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit ini.

Gejala Enterobiasis

Gejala enterobiasis meliputi gatal-gatal di daerah anus, terutama saat malam tiba. Meskipun infeksi ini umumnya tidak menyebabkan gejala yang parah, rasa gatal yang berkelanjutan dapat mengganggu kualitas hidup seseorang. Selain itu, beberapa orang juga dapat mengalami gejala lain seperti gangguan tidur atau mimpi buruk pada anak-anak, gerakan menggigit gigi saat tidur (bruxism), perubahan suasana hati dan iritabilitas, kehilangan nafsu makan, serta penurunan berat badan.

Diagnosis Enterobiasis

Pada penegakan diagnosis enterobiasis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan telur cacing kremi di daerah anus menggunakan selotip. Sampel tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat adanya telur cacing.

Metode lain yang juga dapat digunakan adalah dengan mencari adanya cacing dewasa atau larva dalam tinja. Namun, metode ini kurang umum karena seringkali tidak ada tanda-tanda infeksi dalam tinja.

Penting bagi individu yang diduga terinfeksi enterobiasis untuk segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Komplikasi Enterobiasis

Meskipun enterobiasis umumnya tidak menyebabkan komplikasi serius, infeksi ini dapat menjadi mengganggu dan menimbulkan beberapa masalah. Salah satu komplikasi yang mungkin terjadi adalah infeksi sekunder akibat penggarukan berlebihan pada area yang gatal. Saat seseorang menggaruk daerah anus yang terinfeksi, bakteri dari kuku atau jari-jarinya dapat masuk ke dalam luka yang terbentuk, menyebabkan infeksi bakterial.

Pengobatan Enterobiasis

Pengobatan untuk enterobiasis biasanya melibatkan penggunaan obat antiparasit yang dapat membunuh cacing kremi. Obat yang umum digunakan termasuk mebendazol, albendazol, atau pirantel pamoat. Penting untuk mengikuti instruksi penggunaan obat dengan benar dan mengonsumsinya sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter.

Selain memberikan pengobatan langsung kepada individu yang terinfeksi, perlu juga dilakukan tindakan preventif untuk mencegah penularan enterobiasis.

Pencegahan Enterobiasis

Untuk mencegah penularan enterobiasis, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan:

1. Menjaga kebersihan diri secara rutin, terutama membersihkan daerah anus dengan baik setiap kali selesai buang air besar.

2. Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah beraktivitas di luar rumah.

3. Memotong kuku pendek agar partikel cacing tidak terperangkap di bawah kuku.