Jamur Kepala (Tinea Kapitis) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

tinea kapitis
Sumber: everypixel.com

Pengertian Tinea Kapitis

Tinea kapitis adalah sebuah kondisi infeksi jamur yang terjadi pada kulit kepala. Infeksi ini umumnya disebabkan oleh spesies jamur yang dikenal sebagai dermatofita, termasuk Trichophyton dan Microsporum. Tinea kapitis biasanya menimbulkan gejala berupa ruam gatal, kehilangan rambut dalam area tertentu di kulit kepala, serta adanya bercak-bercak kemerahan atau bersisik.

Infeksi ini seringkali terjadi pada anak dan remaja, dan merupakan salah satu jenis infeksi jamur yang paling umum di seluruh dunia.

Penyebab & Faktor Risiko Tinea Kapitis

Tinea kapitis disebabkan oleh infeksi jamur, terutama spesies dermatofita seperti Trichophyton dan Microsporum. Infeksi ini biasanya menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau dengan benda-benda yang terkontaminasi, seperti sikat rambut, handuk, topi, atau bantal.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena pedikulosis kapitis adalah karakteristik rambut seperti panjangnya dan jenis keritingnya. Rambut yang panjang lebih rentan terinfeksi oleh kutu kepala dibandingkan dengan rambut pendek, sedangkan rambut yang keriting juga memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk terserang kutu daripada rambut lurus. 

Selain itu, tingkat pengetahuan tentang pedikulosis juga berperan penting dalam mencegah infeksi ini. Seseorang dengan pengetahuan baik mengenai penyebab, cara penularan, manifestasi klinis, pencegahan, dan pengobatan memiliki peluang lebih rendah untuk tertular pedikulosis kapitis.

Gejala Tinea Kapitis

Gejala dari tinea kapitis bervariasi tergantung pada jenis infeksi dan respons imunologis penderita. Namun, beberapa gejala umum yang sering dikaitkan dengan tinea kapitis meliputi:

  1. Ruam kulit kepala: Infeksi jamur dapat menyebabkan timbulnya ruam merah atau bercak-bercak kemerahan di kulit kepala.
  2. Gatal-gatal: Banyak penderita mengalami gatal intens di area yang terinfeksi, yang mungkin membuat mereka ingin menggaruk kulit kepala mereka.
  3. Kehilangan rambut: Tinea kapitis dapat menyebabkan kebotakan pada area tertentu di kulit kepala, karena infeksi tersebut dapat merusak folikel rambut.

Selain itu, tinea kapitis juga bisa menyebabkan manifestasi seperti kulit kepala yang bersisik atau mengelupas, penebalan atau keropeng pada kulit kepala, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Diagnosis Tinea Kapitis

Untuk mendapatkan diagnosis tinea kapitis, pemeriksaan visual dan pemeriksaan mikroskopis dapat dilakukan. Dokter akan memeriksa kulit kepala untuk mencari tanda-tanda ruam, kehilangan rambut, atau kelainan lainnya yang dapat mengindikasikan infeksi jamur.

Selain itu, dokter juga dapat melakukan skraping dari kulit kepala dan melihatnya di bawah mikroskop untuk mencari adanya spesies jamur seperti Trichophyton atau Microsporum. Tes ini penting untuk menentukan jenis jamur penyebab infeksi dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Komplikasi Tinea Kapitis

Jika tinea kapitis tidak didiagnosis secara dini dan tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu komplikasi yang bisa terjadi adalah kerusakan pada rambut dan struktur pilosebaceous. Infeksi jamur dapat merusak folikel rambut, sehingga mengakibatkan kebotakan atau penipisan rambut pada area yang terinfeksi.

Selain itu, tinea kapitis juga bisa menyebabkan komplikasi lain seperti alopecia totalis atau kehilangan rambut secara keseluruhan, abses pada kulit kepala, dan infeksi sekunder oleh bakteri.

Pengobatan Jamur kepala (Tinea kapitis)

Pengobatan untuk tinea kapitis melibatkan penggunaan obat antijamur oral. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan penyebaran jamur penyebab infeksi.

Umumnya, dokter akan meresepkan salah satu dari dua jenis obat antijamur, yaitu griseofulvin atau terbinafine. Griseofulvin adalah obat antijamur yang sudah lama digunakan dan biasanya diberikan dalam bentuk tablet.

Sedangkan terbinafine adalah obat antijamur yang lebih baru dan efektif, umumnya diberikan dalam bentuk tablet atau krim. Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat antijamur topikal seperti krim atau sampo untuk digunakan sebagai tambahan pengobatan topikal.

Pencegahan Tinea Kapitis

Tinea kapitis dapat dicegah dengan mengikuti beberapa langkah pencegahan yang efektif. Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah tinea kapitis:

  1. Jaga kebersihan dan menjaga kulit kepala tetap bersihntuk menjaga kebersihan rambut Anda, disarankan untuk rutin mencuci rambut menggunakan sampo yang sesuai dengan jenis rambut Anda.
  2. Hindari menggunakan alat-alat penata rambut seperti sikat, sisir, atau topi orang lain yang terinfeksi jamur.
  3. Patuhi aturan kebersihan di tempat-tempat umum seperti sekolah dan pusat perawatan anak.
  4. Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, sisir, topi, atau bantal dengan orang lain yang terinfeksi tinea kapitis.