Kanker Serviks (Cervical Cancer) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Kanker Serviks
Sumber: upcancer.org

Pengertian Kanker Serviks

Kanker serviks, juga dikenal sebagai kanker leher rahim, adalah suatu jenis penyakit keganasan yang menyerang sel-sel epitel pada bagian dalam leher rahim. Sel-sel ini mengalami perubahan abnormal yang dapat menyebabkan pertumbuhan tidak terkendali dan pembentukan tumor di daerah tersebut. 

Kanker serviks biasanya berkembang secara perlahan melalui beberapa tahap sebelum mencapai stadium lanjut.

Menurut World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang menyerang wanita diseluruh dunia. 

Data dari WHO menunjukkan bahwa kanker serviks menempati peringkat keempat setelah kanker payudara, kolorektal, dan paru-paru sebagai kasus kanker terbanyak pada wanita di seluruh dunia.

Penyebab & Faktor Risiko Kanker Serviks

Kanker serviks memiliki beberapa penyebab dan faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengembangkan kanker ini. 

Salah satu penyebab utama adalah infeksi human papillomavirus, yang merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Virus HPV dapat mengakibatkan perubahan pada sel-sel yang terdapat di daerah leher rahim, dengan demikian, kemungkinan terjadinya kanker menjadi lebih tinggi.

Faktor risiko lainnya termasuk adanya kebiasaan merokok, sistem kekebalan tubuh yang lemah, riwayat infeksi menular seksual, faktor genetik, dan paparan zat kimia berhubungan dengan kanker serviks.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker serviks dapat bervariasi dan terkadang sulit untuk dideteksi pada tahap awal. Beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita kanker serviks adalah:

  1. Pendarahan pasca koitus: Setelah melakukan hubungan seksual, adanya pendarahan yang tidak normal atau perdarahan yang tidak wajar dapat menjadi tanda kemungkinan adanya kanker serviks.
  2. Keputihan berbau: Jika keputihan mengeluarkan bau yang tidak sedap atau memiliki warna yang aneh, ini dapat menjadi indikasi kemungkinan adanya kanker serviks.
  3. Perdarahan yang tidak berhenti: Jika vagina mengeluarkan darah secara terus-menerus, tanpa adanya henti, ini perlu menjadi perhatian serius karena dapat menjadi gejala kanker serviks.
  4. Nyeri pada kemaluan: Rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada area kemaluan juga dapat menjadi tanda awal terjadinya kanker serviks.

Diagnosis Kanker Serviks

Untuk mendiagnosis kanker serviks, dokter akan melakukan beberapa tes dan pemeriksaan. Beberapa metode yang umum digunakan dalam diagnosis kanker serviks meliputi

  1. Pap smear: Ini adalah tes screening yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan pada sel-sel leher rahim yang dapat menjadi tanda awal terjadinya kanker. Untuk melakukan tes ini, dilakukan pengambilan sampel sel dari leher rahim yang kemudian diperiksa menggunakan mikroskop.
  2. Tes HPV: Tes ini digunakan untuk mendetek eksistensi virus HPV pada sel-sel serviks.
  3. Kolposkopi: Prosedur ini melibatkan penggunaan alat yang disebut kolposkop untuk memeriksa lebih detail dan mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi leher rahim.
  4. Biopsi: Jika hasil tes Pap smear atau tes HPV menunjukkan adanya perubahan yang mencurigakan, dokter akan melakukan biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dari leher rahim untuk diperiksa secara mikroskopis.

Komplikasi Kanker Serviks

Komplikasi yang bisa terjadi pada kanker serviks dapat sangat serius. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat kanker serviks adalah

  1. Perluasan Kanker: Jika tidak diobati atau dideteksi secara dini, kanker serviks dapat menyebar dan membentuk tumor di organ lain seperti vagina, rahim, usus besar, dan payudara.
  2. Gangguan Fungsi Organ: Pertumbuhan tumor dalam leher rahim dapat mempengaruhi fungsi normalnya. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pada proses menstruasi, kesulitan dalam kehamilan, dan masalah lainnya terkait dengan organ reproduksi.
  3. Kemandulan: Pengobatan kanker serviks seperti operasi, radioterapi, atau kemoterapi dapat mengganggu kesuburan reproduksi dan menyebabkan infertilitas atau kemandulan pada pasien.

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan kanker serviks tergantung pada stadium atau tingkat keparahan perkembangan penyakit tersebut. Ada beberapa opsi pengobatan yang dapat dipertimbangkan, antara lain:

  1. Operasi: Pada tahap awal kanker serviks, pilihan utama adalah melakukan operasi untuk mengangkat tumor dan jaringan yang terinfeksi. Beberapa jenis operasi yang umum dilakukan meliputi histerektomi (pengangkatan rahim), konisasi (pengangkatan sebagian leher rahim), ateksisi loop elektrokauter.
  2. Terapi Radiasi: Terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker dan menghentikan penyebarannya.
  3. Kemoterapi: Kemoterapi melibatkan penggunaan obat-obatan kanker untuk menghancurkan sel-sel kanker serviks.
  4. Terapi Targeted: Terapi targeted melibatkan penggunaan obat-obatan yang dirancang khusus untuk menargetkan sel-sel kanker tertentu secara spesifik tanpa merusak sel sehat di sekitarnya.
  5. Palliatif: Jika kanker serviks sudah dalam stadium lanjut dan tidak dapat diobati secara keseluruhan, pengobatan palliatif dapat digunakan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Pencegahan Kanker Serviks

Salah satu langkah penting dalam pencegahan kanker serviks adalah melakukan deteksi dini melalui metode pemeriksaan seperti Papanicolaou test atau tes pap smear. Tes ini dilakukan dengan mengumpulkan sampel sel dari daerah tertentu pada leher rahim untuk kemudian diperiksa secara mikroskopis. Hasil dari pemeriksaan ini akan menunjukkan kondisi sel serviks apakah normal atau abnormal.

Selain itu, upaya pencegahan primer juga dapat dilakukan seperti meningkatkan kesadaran tentang pentingnya vaksinasi HPV yang dapat mencegah infeksi jenis virus HPV yang terkait dengan kanker serviks.