Myasthenia Gravis – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Miastenia Gravis
Sumber: askdrmakkar.com


Pengertian Miastenia Gravis

Miastenia gravis adalah sebuah penyakit neuromuskuler yang ditandai dengan lemahnya otot-otot tubuh akibat gangguan pada sambungan saraf dan otot. 

Nama "miastenia gravis" berasal dari kata Yunani yang berarti "kelemahan parah." 

Miastenia gravis terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak reseptor asetilkolin di lokasi pasca sinaptik dari sambungan neuromuskuler pada saraf dan otot, sehingga mengganggu transmisi pesan antara saraf dan otot.

Penyebab & Faktor Risiko Miastenia Gravis

Penyebab miastenia gravis adalah adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh sendiri, di mana antibodi yang diproduksi oleh tubuh menyerang reseptor asetilkolin yang ada di sambungan neuromuskular. Hal ini menyebabkan interferensi dalam transmisi pesan antara saraf dan otot, mengakibatkan kelemahan dan kelelahan otot.

Tidak ada faktor risiko yang pasti untuk terkena miastenia gravis. Namun, beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengembangkan kondisi ini termasuk riwayat keluarga dengan kelemahan otot atau gangguan autoimun, usia muda atau lanjut usia, jenis kelamin perempuan (meski juga dapat mempengaruhi pria), penyakit tiroid seperti hipertiroidisme atau tiroiditis Hashimoto, riwayat infeksi virus seperti campak, flu atau mononukleosis menular serta penggunaan obat tertentu seperti penisilin dan kinidin.

Pentingnya pemahaman akan potensi risiko ini adalah langkah penting dalam identifikasi dini dan penanganan yang tepat bagi individu yang diduga memiliki miastenia gravis. Meskipun tidak ada gejala khusus dari faktor-faktor tersebut pada setiap orang dengan kondisi ini.

Gejala Miastenia Gravis

Gejala miastenia gravis bervariasi antara individu, tetapi gejala yang paling umum adalah kelemahan otot dan kelelahan. Kelemahan tersebut dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh, termasuk otot-otot wajah, leher, lengan, dan kaki. Beberapa gejala khusus yang mungkin muncul meliputi ptosis (kelopak mata turun), diplopia (penglihatan ganda), kesulitan dalam mengunyah atau menelan makanan, kesulitan berbicara dengan jelas, kelelahan yang bertambah parah dengan aktivitas fisik atau setelah istirahat, serta kesulitan mempertahankan postur tubuh yang baik.

Diagnosis Miastenia Gravis

Diagnosis Miastenia Gravis dikonfirmasi melalui beberapa tes medis. Pemeriksaan fisik biasanya mencakup evaluasi kekuatan otot, terutama pada daerah seperti wajah dan leher yang sering terkena dampaknya. 

Tes lain yang umum dilakukan adalah electromyography untuk mengukur aktivitas listrik dalam otot saat berkontraksi, serta uji edrofonium atau neostigmine untuk melihat respons otot terhadap obat-obatan penghambat asetilkolinesterase.

Selain itu, tes darah juga dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya antibodi anti-reseptor asetilkolin atau antibodi anti-Musk yang sering terkait dengan Miastenia Gravis.

Komplikasi Miastenia Gravis

Komplikasi Miastenia Gravis dapat meliputi keadaan yang mempengaruhi fungsi neuromuskular dan organ tubuh lainnya. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah krisis miastenia, yang merupakan kondisi eksaserbasi akut Miastenia Gravis dengan kelemahan otot pernapasan yang mengancam jiwa. Krisis ini dapat menyebabkan kegagalan napas akut sehingga memerlukan bantuan ventilasi mekanik.

Selain itu, hipokalemia juga dapat menjadi komplikasi yang sering terjadi pada Miastenia Gravis. Hipokalemia adalah kondisi di mana kadar kalium dalam darah rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala seperti meteorismus, kelemahan otot, bradikardi, dan perubahahan pada elektrokardiogram. 

Komplikasi lain yang sering terjadi pada Miastenia Gravis adalah hipoglikemia, kejang terutama pada hidrasi hipotonik, malnutrisi energi protein, intoleransi laktosa sekunder, dan kerusakan vili mukosa usus halus.

Pengobatan Miastenia Gravis

Pengobatan Miastenia Gravis melibatkan pendekatan yang komprehensif dan biasanya dilakukan oleh tim medis yang terdiri dari dokter spesialis saraf, ahli bedah, dan fisioterapis. Tujuan utama pengobatan adalah untuk mengurangi gejala-gejala miastenia gravis dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Salah satu pilarnya adalah penggunaan obat-obatan yang bertujuan untuk memperkuat transmisi neuromuskular. Contohnya termasuk kortikosteroid, seperti prednison, yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan kekuatan otot.

Sementara itu, obat imunosupresan juga dapat digunakan untuk menghambat aktivitas sistem kekebalan tubuh dan mengurangi serangan autoimun terhadap reseptor asetilkolin atau protein Musk.

Pencegahan Miastenia Gravis

Tidak ada cara spesifik untuk mencegah Miastenia Gravis karena penyebab penyakit ini adalah gangguan dalam sistem kekebalan tubuh. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi kemungkinan terkena dan meminimalisir gejala kambuh:

  1. Minimalkan stres: Stres dapat memicu atau memperburuk gejala Miastenia Gravis.
  2. Menghindari penyalahgunaan obat-obatan yang dapat memperburuk kelemahan otot dan mempengaruhi fungsi neuromuscular.
  3. Mengikuti pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter dan menjaga konsistensi dalam minum obat secara teratur.
  4. Rajin berkomunikasi dengan tim medis dan mengikuti rencana perawatan yang telah disusun agar gejala miastenia gravis dapat terkontrol dengan baik.