Pelagra (Defisiensi Vitamin B3) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

Pelagra
Sumber: stock.adobe.com
 

Pengertian Pelagra

Pelagra adalah suatu penyakit defisiensi yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B3 atau niacin dalam tubuh. Penyakit ini seringkali terjadi pada daerah-daerah yang mengandalkan makanan pokok dari jagung, karena niacin tidak mudah tersedia dalam bentuk aktif dalam jagung. 

Pelagra dapat menyebabkan gejala seperti kulit kering dan bersisik, diare kronis, gangguan sistem saraf, serta perubahan mental dan emosional. 

Kekurangan vitamin B3 dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan niacin seperti daging, ikan, kacang-kacangan, dan nasi merah, dan sumber-sumber nabati lainnya.

Penyebab & Faktor Risiko Pelagra

Pelagra disebabkan oleh kekurangan vitamin B3 atau niacin dalam tubuh. Faktor risiko pelagra termasuk mengonsumsi makanan yang rendah akan niacin, seperti masyarakat yang mengandalkan makanan pokok dari jagung. Hal ini dikarenakan niacin tidak mudah tersedia dalam bentuk aktif dalam jagung. 

Selain itu, faktor risiko lainnya meliputi pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya variasi dalam konsumsi makanan, gangguan pencernaan dan penyerapan.

Gejala Pelagra

Gejala Pelagra meliputi kulit kering dan bersisik, diare kronis, gangguan sistem saraf seperti kelemahan otot dan kesemutan, serta perubahan mental dan emosional seperti depresi, kebingungan, bahkan psikosis. 

Gejala pelagra bisa muncul secara bertahap dalam beberapa bulan pertama defisiensi niacin atau bisa juga terjadi tiba-tiba dengan lekas memburuk menjadi kondisi yang serius jika tidak segera ditangani.

Diagnosis Pelagra

Pelagra dapat didiagnosis melalui serangkaian pemeriksaan medis dan histori pasien. Dokter akan menganalisis gejala yang dialami oleh pasien, seperti kulit kering dan bersisik, diare kronis, serta gangguan sistem saraf. 

Selain itu, dokter juga akan melakukan tes laboratorium untuk memeriksa kadar niacin dalam tubuh. Tes darah biasanya dilakukan untuk mengukur tingkat niacin, sedangkan biopsi kulit bisa dilakukan jika diperlukan.

Dalam rangka mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter juga akan mempertimbangkan riwayat makanan pasien dan adanya faktor risiko pelagra, seperti makanan yang rendah akan niacin dan pola makan yang tidak seimbang.

Komplikasi Pelagra

Komplikasi Pelagra dapat sangat serius jika tidak segera ditangani. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah kerusakan sistem saraf, yang dapat menyebabkan gangguan motorik seperti kelemahan otot dan kesemutan. 

Selain itu, pelagra juga dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional pasien, seperti depresi, kebingungan, bahkan psikosis.

Jika tidak diobati dengan tepat, pelagra juga bisa berdampak pada organ tubuh lainnya. Misalnya, pelagra dapat menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi, yang dapat mengganggu keseimbangan gizi tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, jika pelagra tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan serius pada kulit dan membran mukosa, yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan masalah kesehatan lainnya.

Pelagra yang tidak diobati juga dapat menyebabkan komplikasi pada sistem kardiovaskular, seperti peningkatan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan gangguan sirkulasi darah.

Pengobatan Pelagra

Pengobatan untuk pelagra melibatkan suplementasi niacin dan perubahan pola makan. Dalam kasus yang parah, pasien mungkin memerlukan pengobatan intravena niacin.

Suplemen niacin akan membantu mengatasi defisiensi vitamin B3 dalam tubuh, sehingga mengurangi gejala pelagra. Dokter juga akan merekomendasikan perubahan pola makan yang kaya akan sumber niacin seperti daging, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau.

Tidak hanya itu, dokter juga akan memberikan edukasi kepada pasien tentang pentingnya menghindari makanan yang tinggi akan karbohidrat olahan, alkohol, dan kafein yang dapat mengurangi penyerapan niacin dalam tubuh.

Pencegahan Pelagra

Pemahaman yang baik mengenai pencegahan dapat membantu mencegah terjadinya pelagra. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa diambil:

  1. Nutrisi yang Seimbang: Pastikan Anda mengonsumsi makanan yang kaya akan niacin dan vitamin B3, seperti daging, ikan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran berdaun hijau. Sebuah pola makan sehat dan seimbang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubdan mencegah defisiensi vitamin B3 yang dapat menyebabkan pelagra.
  2. Hindari Kebiasaan Buruk: Menghindari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan penggunaan obat-obatan terlarang dapat membantu mencegah terjadinya pelagra.
  3. Konsultasikan dengan Dokter: Jika Anda memiliki riwayat keluarga atau kondisi medis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya defisiensi vitamin B3 dan pelagra, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
  4. Aktif secara fisik: Berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk mencegah defisiensi vitamin B3 dan pelagra.
  5. Perhatikan Gejala Awal: Mengenali gejala awal pelagra seperti kulit kering, ruam merah yang membentuk skala, diare, kelesuan, dan gangguan mental sangat penting dalam pencegahan pelagra.
  6. Jaga Kebersihan: Pastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari kontaminasi dan selalu mencuci tangan sebelum makan guna menghindari infeksi yang dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi tubuh, termasuk vitamin B3.
  7. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan: Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin bisa membantu mendeteksi gangguan nutrisi dan defisiensi vitamin B3.
  8. Edukasi diri: Mempelajari lebih lanjut tentang pelagra dan cara-cara mencegahnya dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik dalam menjaga kesehatan Anda dan mencegah terjadinya pelagra.