Pterigyum – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Pterigium
Sumber: jeh-kh.com

Pengertian Pterigium

Pterigium adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan pada permukaan mata. Jaringan ini biasanya tumbuh dari bagian putih mata (konjungtiva) dan dapat menyebar ke arah kornea, yaitu lapisan bening di depan bola mata. Pterigium sering disebabkan oleh paparan berlebih terhadap sinar ultraviolet dari matahari atau lingkungan yang berdebu. Keadaan ini sering terjadi pada individu yang tinggal di wilayah beriklim tropis dan sering terpapar sinar matahari yang kuat. Namun, Pterigium juga dapat terjadi pada individu yang tinggal di daerah dengan iklim yang tidak tropis dan lingkungan yang kurang bersih.

Penyebab & Faktor Risiko Pterigium

Pada umumnya, penyebab utama dari pterigium adalah paparan berlebih terhadap sinar ultraviolet dari matahari atau lingkungan yang berdebu. Paparan UV yang terus menerus dapat merusak sel-sel pada permukaan mata dan menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal yang membentuk pterigium. Sebagai faktor risiko tambahan, tinggal di daerah tropis dengan paparan sinar matahari yang kuat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami pterigium.

Terdapat juga faktor lain yang dapat mempengaruhi risiko terjadinya pterigium, seperti:

  1. Riwayat keluarga: Jika ada riwayat pterigium dalam keluarga, maka kemungkinan seseorang untuk mengalami kondisi ini juga lebih tinggi.
  2. Paparan lingkungan berdebu: Lingkungan yang kotor atau berdebu dapat meningkatkan risiko pterigium karena partikel-partikel debu dapat mengiritasi mata dan memicu pertumbuhan jaringan abnormal.
  3. Iritasi mata kronis: Seseorang yang sering mengalami iritasi mata kronis, misalnya akibat penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau paparan terus-menerus terhadap bahan kimia tertentu, juga mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan pterigium.
  4. Usia dan jenis kelamin: Pterigium lebih umum terjadi pada orang dewasa yang berusia di atas 30 tahun dan lebih prevalen pada pria dibandingkan wanita.
  5. Aktivitas outdoor: Kejadian pterigium cenderung lebih umum terjadi pada individu yang melakukan aktivitas di luar ruangan dalam waktu yang lama, terutama jika mereka tidak menggunakan perlindungan seperti kacamata hitam atau topi yang melindungi dari sinar matahari.
  6. Paparan sinar ultraviolet merupakan faktor risiko utama dalam pertumbuhan pterigium.

Gejala Pterigium

Pterigium adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang muncul di permukaan mata, biasanya pada bagian putih mata atau sklera. Meskipun tidak menyebabkan rasa sakit, pterigium dapat menimbulkan gejala seperti:

  1. Mata merah: Bagian terkena pterigium bisa tampak sangat kemerahan.
  2. Sensasi tertentu di mata: Beberapa orang melaporkan adanya sensasi "ada benda asing" di mata mereka.
  3. Penglihatan kabur: Pterigium yang semakin membesar dapat mengganggu penglihatan dan menyebabkan kabur saat melihat.
  4. Gatal dan perih: Pterigium dapat menyebabkan mata terasa gatal, perih, atau terbakar.

Jika pterigium tidak menyebabkan gejala yang signifikan atau pengaruh terhadap penglihatan, pengobatan mungkin tidak diperlukan.

Diagnosis Pterigium

Untuk melakukan diagnosis pterigium, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik mata dan melihat adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada permukaan mata. Beberapa tes yang mungkin dilakukan termasuk:

  1. Pemeriksaan dengan slit lamp: Metode ini menggunakan mikroskop khusus yang memungkinkan dokter melihat lebih detail struktur mata, termasuk adanya pterigium.
  2. Pengujian visual: Dokter dapat melakukan pengujian visual untuk mengevaluasi penglihatan Anda dan melihat apakah Anda mungkin mengalami kerusakan penglihatan akibat pterigium.

Komplikasi Pterigium

Komplikasi pterigium dapat timbul ketika pertumbuhannya semakin membesar dan menutupi bagian sentral kornea atau pupil mata. Hal ini dapat menyebabkan beberapa masalah penglihatan yang meliputi:

  1. Penurunan ketajaman penglihatan: Pterigium yang luas dan mengganggu area tengah mata dapat menyebabkan penurunan tajamnya penglihatan.
  2. Astigmatisme tidak teratur: Pertumbuhan jaringan abnormal pada kornea oleh pterigium dapat mengubah bentuk kornea dan menyebabkan astigmatisme tidak teratur, yang akan mempengaruhi ketajaman penglihatan.
  3. Gangguan penglihatan pada malam hari: Pterigium yang menutupi bagian sentral kornea dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada kondisi pencahayaan rendah seperti saat malam hari.

Pengobatan Pterigium

Pengobatan pterigium dapat dilakukan jika pertumbuhannya menyebabkan gejala yang signifikan atau mempengaruhi penglihatan. Terdapat beberapa opsi pengobatan yang tersedia, termasuk:

  1. Penggunaan air mata buatan dan obat tetes mata: Untuk mengurangi iritasi dan ketidaknyamanan pada mata akibat pterigium, dokter mungkin meresepkan air mata buatan atau obat tetes mata yang mengandung zat antiinflamasi.
  2. Pembedahan pengangkatan pterigium: Jika pengobatan non-bedah tidak memberikan hasil yang memadai, dokter mungkin menyarankan pembedahan untuk mengangkat pterigium.

Pencegahan Pterigium

Pterigium adalah penyakit permukaan mata yang umum, dan pencegahan menjadi langkah penting untuk menghindari pertumbuhannya. Beberapa tindakan dapat diambil untuk mencegah terbentuknya pterigium atau memperlambat perkembangannya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah pterigium:

  1. Lindungi mata dari paparan sinar ultraviolet: Paparan sinar UV merupakan faktor risiko utama dalam pertumbuhan pterigium.
  2. Hindari paparan sinar matahari langsung, terutama saat berada di luar ruangan pada waktu yang panjang.
  3. Gunakan kacamata hitam yang memiliki proteksi UV saat berada di bawah sinar matahari.
  4. Jika bekerja di luar ruangan, pakailah topi atau payung untuk melindungi mata dari sinar matahari langsung dan debu yang dapat memicu pertumbuhan pterigium.
  5. Jika Anda merasakan gejala mata yang mengindikasikan adanya pterigium, segera kunjungi dokter untuk evaluasi dan penanganan yang tepat.
  6. Lakukan istirahat reguler saat bekerja menggunakan indera penglihatan untuk menghindari kelelahan mata yang dapat menyebabkan masalah pada mata, termasuk pterigium.
  7. Jaga kebersihan mata dengan menghindari penggunaan lensa kontak yang terlalu lama, membersihkan kelopak mata secara teratur, dan menghindari peradangan atau infeksi pada mata.
  8. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau terlalu lama dapat meningkatkan risiko terbentuknya pterigium.
  9. Minimalkan penggunaan layar digital serta luangkan waktu untuk melihat objek yang berjarak jauh guna mengurangi ketegangan pada mata yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan pterigium.
  10. Jaga kelembapan mata dengan menggunakan pelembab tetes mata dan hindari paparan lingkungan yang dapat menyebabkan irritasi pada mata.
  11. Selalu konsultasikan ke dokter mata untuk evaluasi rutin dan penanganan yang tepat