Sariawan (Stomatitis) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Sariawan
Sumber: istockphoto.com

Pengertian Sariawan (Stomatitis)

Sariawan atau stomatitis adalah kondisi gangguan pada mulut yang ditandai dengan adanya luka kecil dan nyeri pada bagian dalam mulut. Luka tersebut umumnya berwarna putih atau kuning, terasa perih, dan seringkali sulit untuk menelan makanan atau minuman.

Sariawan biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti defisiensi zat besi, vitamin B12, asam folat, infeksi virus atau bakteri, sensitivitas makanan tertentu, stres, kurangnya kebersihan mulut, atau gangguan sistem imun.

Penyebab & Faktor Risiko Sariawan (Stomatitis)

Sariawan memiliki berbagai penyebab dan faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini. Beberapa penyebab serta faktor risiko yang umum adalah sebagai berikut:

  1. Defisiensi senyawa besi, vitamin B12, dan folat: Keadaan kekurangan gizi seperti defisiensi senyawa besi, vitamin B12, dan folat mungkin dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga meningkatkan risiko terbentuknya sariawan.
  2. Infeksi virus atau bakteri: Beberapa jenis infeksi virus atau bakteri seperti Herpes Simplex Virus atau Streptococcus sanguinis dapat menyebabkan terjadinya sariawan.
  3. Sensitivitas makanan tertentu: Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap makanan tertentu seperti pedas, asam, atau makanan yang mengandung bahan kimia tertentu.
  4. Stres: faktor stres emosional juga dapat menyebabkan terjadinya sariawan pada beberapa individu.
  5. Kurangnya kebersihan mulut: Kebersihan mulut yang buruk, seperti jarang atau tidak membersihkan gigi dengan baik, dapat meningkatkan risiko terjadinya sariawan.
  6. Gangguan sistem imun: Kekurangan atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan perkembangan sariawan.
  7. Sariawan juga dapat disebabkan oleh faktor predisposisi yang bervariasi, tergantung pada individu dan lingkungan tempat tinggalnya.

Gejala Sariawan (Stomatitis)

Gejala sariawan (stomatitis) umumnya meliputi adanya luka kecil berwarna putih atau kuning pada bagian dalam mulut yang terasa perih. Beberapa gejala lain yang mungkin dialami oleh penderita sariawan antara lain sulit menelan makanan atau minuman, rasa sakit saat mengunyah, dan adanya sensasi terbakar di sekitar luka. 

Selain itu, beberapa orang juga dapat mengalami demam ringan dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Diagnosis Sariawan (Stomatitis)

Diagnosis sariawan (stomatitis) biasanya didasarkan pada gejala klinis yang dialami oleh pasien serta riwayat medis mereka. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan melihat secara langsung luka yang ada di dalam mulut untuk memastikan diagnosisnya.

Selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga bisa meminta pasien untuk menjalani tes tambahan seperti tes darah untuk mengevaluasi tingkat kekebalan tubuh atau mendeteksi adanya infeksi bakteri atau virus yang mungkin menjadi penyebab sariawan.

Komplikasi Sariawan (Stomatitis)

Komplikasi yang dapat terjadi akibat sariawan (stomatitis) adalah infeksi sekunder dan kesulitan dalam proses penyembuhan luka. Sariawan yang tidak sembuh dengan baik atau terinfeksi oleh bakteri atau virus, seperti Herpes Simplex Virus atau Streptococcus sanguinis, dapat menyebabkan infeksi sekunder. Infeksi tersebut bisa memperburuk kondisi sariawan dan membuatnya sulit sembuh.

Selain itu, kualitas hidup penderita juga dapat terganggu akibat kemungkinan adanya rasa sakit dan ketidaknyamanan saat makan atau minum.

Pengobatan Sariawan (Stomatitis)

Pengobatan sariawan (stomatitis) biasanya bertujuan untuk meredakan gejala, mempercepat penyembuhan luka, dan mencegah infeksi sekunder. Beberapa tindakan pengobatan yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Perawatan diri: Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara teratur dan menggunakan obat kumur antiseptik dapat membantu mengurangi risiko infeksi sekunder pada area sariawan.
  2. Kompres dingin: Menggunakan kompres dingin pada area sariawan dapat membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
  3. Obat pereda nyeri: Dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau acetaminophen untuk meredakan rasa sakit yang disebabkan oleh sariawan.
  4. Obat topikal: Dokter dapat meresepkan salep atau gel antiseptik yang mengandung bahan aktif seperti benzalkonium chloride atau hydrogen peroxide untuk mengobati dan mencegah infeksi sekunder pada sariawan.
  5. Obat kortikosteroid: Dalam beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat kortikosteroid topikal seperti triamcinolone acetonide untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan sariawan.

Pencegahan Sariawan (Stomatitis)

Untuk mencegah sariawan (stomatitis), langkah-langkah berikut dapat diambil:

  1. Menjaga kebersihan mulut: Sikat gigi secara teratur setidaknya dua kali sehari dan gunakan obat kumur antiseptik untuk mengurangi risiko infeksi bakteri atau virus yang bisa menjadi penyebab sariawan.
  2. Makan dengan menu sehat: Konsumsilah makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein untuk menjaga daya tahan tubuh. Hindari makanan yang terlalu pedas, asam, atau keras yang dapat mengiritasi rongga mulut dan menyebabkan timbulnya sariawan.
  3. Hindari faktor pemicu: Beberapa orang memiliki faktor pemicu yang dapat memicu timbulnya sariawan seperti stres, alergi makanan tertentu, atau masalah kesehatan yang membuat sistem kekebalan tubuh rentan.
  4. Kurangi stres: Mengelola stres dengan cara yang sehat dapat membantu mengurangi risiko timbulnya sariawan.
  5. Hindari trauma pada rongga mulut: Usahakan untuk tidak menggigit atau menyakiti area sensitif di dalam mulut, seperti bibir atau pipi.

Selain langkah-langkah di atas, konsultasikan dengan dokter gigi atau ahli penyakit mulut untuk pemeriksaan teratur dan pemantauan kondisi mulut dapat membantu mencegah timbulnya sariawan serta mengidentifikasi faktor predisposisi yang mungkin mempengaruhi timbulnya sariawan.