Ulkus Peptikum – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Peptic Ulcer
Sumber: txmoderngi.com

Pengertian Ulkus Peptikum

Ulkus peptikum merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya terbentuknya luka atau tukak di dinding lambung atau usus halus. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri Helicobacter pylori danUlkus peptikum adalah luka atau borok yang terbentuk di bagian dalam dinding lambung, usus dua belas jari, atau esofagus. 

Biasanya ulkus peptikum disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat-obatan antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau ibuprofen secara rutin. Ulkus peptikum dapat menjadi kondisi yang serius jika tidak diobati dengan tepat.

Penyebab & Faktor Risiko Ulkus Peptikum

Ulkus Peptikum disebabkan oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan antara faktor penyerang dan pertahanan di dalam mukosa saluran cerna. Faktor risiko utama yang meningkatkan kejadian ulkus peptikum termasuk infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid secara jangka panjang, merokok, stres, dan beberapa faktor lainnya.

Infeksi H. pylori dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid secara rutin merupakan dua faktor risiko yang paling sering ditemukan pada kasus ulkus peptikum.

Gejala Ulkus Peptikum

Gejala dari ulkus peptikum bisa bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan luka. Beberapa gejala umum yang dapat muncul termasuk:

  1. Nyeri lambung: Rasa nyeri atau perut kram adalah salah satu gejala utama ulkus peptikum. Biasanya rasa nyeri ini terlokalisasi di daerah perut bagian atas, tepatnya di sekitar lambung.
  2. Mual dan muntah: Disertai dengan rasa nyeri, Anda juga mungkin mengalami rasa mual dan kemungkinan muntah sebagai gejala ulkus peptikum.
  3. Perubahan nafsu makan: Seseorang dengan ulkus peptikum juga dapat mengalami perubahan nafsu makan, seperti hilangnya nafsu makan atau kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas.
  4. Perdarahan gastrointestinal: Beberapa kasus ulkus peptikum dapat menyebabkan perdarahan internal yang mempengaruhi saluran cerna.
  5. Gejala lainnya: Selain gejala-gejala di atas, ulkus peptikum juga dapat menyebabkan gejala lain seperti kembung, cepat merasa kenyang, mual setelah makan, dan perubahan dalam pembuangan tinja.

Diagnosis Ulkus Peptikum

Diagnosis ulkus peptikum biasanya melibatkan beberapa langkah untuk menentukan keberadaan dan lokasi luka di dalam lambung atau usus dua belas jari. Beberapa tes yang sering digunakan adalah:

  1. Endoskopi: Ini adalah prosedur di mana dokter akan memasukkan tabung lentur dengan kamera kecil (endoskop) melalui mulut ke dalam saluran pencernaan Anda. Dengan bantuan gambar dari endoskopi, dokter dapat melihat langsung kondisi mukosa esgus, lambung, dan usus dua belas jari.
  2. Biopsi: Selama endoskopi, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan (biopsi) dari luka ulkus peptikum untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium guna memastikan keberadaan infeksi H. pylori atau untuk mengevaluasi apakah ada tanda-tanda kanker.
  3. Tes napas urea atau tes urea breath adalah suatu tes non-invasif yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan infeksi H. pylori.
  4. Tes darah: Tes darah dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan H. pylori melalui pemeriksaan antibodi atau antigen spesifik dalam darah.
  5. Pemeriksaan pencitraan: Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memerlukan pemeriksaan tambahan seperti CT scan atau x-ray untuk melihat adanya komplikasi seperti perforasi atau penyumbatan yang disebabkan oleh ulkus peptikum.

Komplikasi Ulkus Peptikum

Ulkus Peptikum memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa komplikasi tersebut antara lain:

  1. Perdarahan gastrointestinal: Ulkus peptikum yang tidak diobati atau terlalu dalam dapat menyebabkan perdarahan pada saluran pencernaan. Ini bisa mengakibatkan muntah darah, tinja berwarna hitam seperti terong, dan anemia.
  2. Penyumbatan usus: Jika ulkus peptikum tumbuh cukup besar, ia dapat menyebabkan penyumbatan pada usus.

Pengobatan Ulkus Peptikum

Pengobatan ulkus peptikum biasanya bergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengobati ulkus peptikum antara lain:

  1. Menjaga gaya hidup sehat: Menghindari makanan pedas, asam, atau berlemak serta mengurangi konsumsi alkohol dan merokok dapat membantu mengurangi gejala ulkus peptikum.
  2. Penghilangan infeksi H. pylori: Jika ulkus peptikum disebabkan oleh infeksi H. pylori, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk menghilangkan bakteri tersebut.
  3. Penanganan endoskopik dan pemberian obat antasida serta penghambat asam lambung seperti simetidin atau omeprazole juga dapat dilakukan untuk meredakan gejala ulkus peptikum dan mempercepat penyembuhan.

Pencegahan Ulkus Peptikum

Untuk mencegah terjadinya ulkus peptikum, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Hindari penggunaan NSAID secara berlebihan: Nonsteroidal anti-inflammatory drugs seperti aspirin dapat merusak lapisan pelindung lambung dan meningkatkan risiko terkena ulkus peptikum. Gunakan NSAID sesuai dokter atau apoteker yang mengarahkan.
  2. Kurangi konsumsi alkohol dan merokok: Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok dapat meningkatkan risiko terkena ulkus peptikum.
  3. Mengelola stres: Stres dapat mempengaruhi produksi asam lambung dan meningkatkan risiko terkena ulkus peptikum.
  4. Perhatikan kesehatan saluran pencernaan: Makanlah dengan porsi yang lebih kecil, hindari makan terlalu sebelum tidur, dan hindari makanan yang bisa memicu gejala ulkus peptikum seperti pedas dan asam.