Lactose Intolerance (Intoleransi Laktosa) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

Lactose Intolerance
Sumber: milkday.com
 

Pengertian Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi dimana seseorang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik. Gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya disebut laktosa. Sebagian besar orang memiliki enzim lactase yang diperlukan untuk mencerna laktosa, tetapi pada penderita intoleransi laktosa, tubuh tidak bisa memproduksi cukup enzim lactase atau produksi enzim tersebut sangat rendah. Akibatnya, ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa, penderita intoleransi laktosa akan mengalami gejala seperti kembung, diare, perut kram, dan mual.

Penyebab & Faktor Risiko Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kekurangan enzim lactase di tubuh yang membuat sulit mencerna laktosa dengan baik. Namun, ada juga faktor risiko lain yang terkait dengan intoleransi laktosa.

Faktor risiko lain yang terkait dengan intoleransi laktosa adalah konsumsi makanan atau minuman mengandung laktosa, seperti susu sapi dan produk olahannya. Intoleransi laktosa dapat pula dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti sindrom iritasi usus besar, penyakit coeliac, atau infeksi saluran pencernaan. Selain itu, faktor keturunan juga mempengaruhi beberapa individu dalam memiliki toleransi terhadap enzim pemecah laktosa di tubuh mereka.

Gejala Intoleransi Laktosa

Gejala toleransi laktosa umumnya muncul pada beberapa waktu setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa. Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh penderita intoleransi laktosa antara lain adalah nyeri dan kram abdomen, flatus (kembung), diare, dan perut begah atau terasa penuh. Gejala ini bisa bersifat ringan hingga parah tergantung pada tingkat keparahan intoleransi dan jumlah laktosa yang dikonsumsi.

Jika seseorang mengalami gejala ini setelah mengkonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kandungan laktosa, sangat disarankan untuk segera mencari diagnosis dan mengubah pola makan mereka agar terhindar dari gejala tersebut.

Diagnosis Intoleransi Laktosa

Diagnosis intoleransi laktosa dapat dilakukan melalui beberapa metode. Salah satunya adalah tes hidrogen pernapasan, di mana pasien akan diminta untuk minum larutan yang mengandung laktosa dan kemudian menghembuskan udara dalam satu atau dua jam setelahnya. Jika kadar hidrogen dalam napas meningkat, maka bisa menjadi indikasi bahwa tubuh tidak dapat mencerna laktosa dengan baik.

Metode lain yang umum digunakan adalah tes toleransi laktosa. Pada tes ini, pasien akan minum larutan yang mengandung kadar laktosa tertentu dan kemudian diukur kadar glukosa darah selama beberapa jam setelah minum larutan tersebut. Jika kadar glukosa darah tidak meningkat setelah minum larutan laktosa, maka bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik.

Komplikasi Intoleransi Laktosa

Jika intoleransi laktosa tidak ditangani dengan baik atau penderita tidak melakukan perubahan pola makan yang sesuai, dapat timbul beberapa komplikasi yang berhubungan dengan kondisi ini. Salah satu komplikasi yang umum terjadi adalah kurangnya asupan kalsium karena orang dengan intoleransi laktosa cenderung menghindari produk susu dan sumber-sumber kalsium lainnya. Akibatnya, risiko osteoporosis atau kepadatan tulang rendah dapat meningkat.

Selain itu, pengurangan konsumsi produk susu juga dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting lainnya, seperti vitamin D dan protein.

Pengobatan Intoleransi Laktosa

Pada saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan intoleransi laktosa secara permanen. Namun, terdapat beberapa cara pengobatan yang dapat membantu mengurangi gejala dan memperbaiki kualitas hidup penderita.

Pertama-tama, penderita intoleransi laktosa perlu menghindari atau membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi akan kandungan laktosa. Hal ini meliputi produk susu seperti susu sapi, keju, yoghurt, serta produk olahan lainnya yang mengandung laktosa. Alternatif yang dapat digunakan adalah mengkonsumsi produk susu rendah laktosa atau yang sudah diolah khusus untuk penderita intoleransi laktosa.

Selain itu, terdapat juga suplemen enzim laktase yang dapat dikonsumsi sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.

Pencegahan Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah suatu kondisi yang tidak bisa disembuhkan secara permanen, tetapi ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala intoleransi laktosa. Pertama-tama, penting untuk menghindari atau membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi akan kandungan laktosa seperti susu sapi, keju, yoghurt, dan produk olahan lainnya.

Salah satu alternatif adalah menggunakan produk susu rendah laktosa atau yang sudah diolah khusus untuk penderita intoleransi laktosa. Selain itu, penderita juga dapat mencoba mengonsumsi suplemen enzim laktase sebelum mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.