Laringitis – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Laringitis
Sumber: verywellhealth.com

Pengertian Laringitis

Laringitis adalah kondisi yang terjadi ketika lapisan dalam tenggorokan, atau laring, mengalami peradangan. Laring merupakan organ yang terletak di atas trakea atau saluran udara besar dan berfungsi sebagai jalur masuk untuk udara ke paru-paru serta menjadi tempat produksi suara melalui pita suara.

Laringitis dapat disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, atau iritasi pada lapisan tenggorokan akibat merokok, asap polusi udara, atau penggunaan suara secara berlebihan.

Penyebab & Faktor Risiko Laringitis

Laringitis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk infeksi virus atau bakteri. Infeksi virus seperti rhinovirus, adenovirus, atau coronavirus merupakan penyebab umum dari laringitis. Namun, laringitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Streptococcus pyogenes. Infeksi ini biasanya terjadi bersamaan dengan flu atau pilek.

Selain itu, iritasi pada lapisan tenggorokan juga dapat menyebabkan laringitis. Faktor risiko yang dapat memicu iritasi dalam tenggorokan termasuk merokok, paparan asap polusi udara atau bahan kimia, alergi terhadap debu atau serbuk sari, serta penggunaan suara secara berlebihan. Penggunaan suara yang berlebihan, seperti teriakan atau bernyanyi dengan suara keras secara terus-menerus, dapat menyebabkan stres pada pita suara dan akhirnya mengakibatkan peradangan pada laring.

Gejala Laringitis

Gejala laringitis dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan peradangan. Beberapa gejala yang umum terjadi adalah:

  1. Suara serak atau suara hilang: Salah satu tanda utama laringitis adalah perubahan pada suara menjadi serak atau bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.
  2. Batuk kering: Laringitis juga dapat menyebabkan batuk kering yang menetap dan sulit untuk mereda.
  3. Sakit tenggorokan: Terkadang, peradangan pada laring dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada tenggorokan.
  4. Kesulitan menelan: Ketika laring mengalami peradangan, dapat terjadi kesulitan dalam menelan makan atau minum.
  5. Sesak napas: Pada kasus yang parah, laringitis dapat menyebabkan pembengkakan pada laring yang dapat menyebabkan sesak napas atau sulit bernapas.

Diagnosis Laringitis

Diagnosis laringitis dapat dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis, dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien serta riwayat penyakit sebelumnya. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa tenggorokan untuk melihat tanda-tanda peradangan seperti kemerahan atau pembengkakan pada area laring.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin juga akan menganjurkan pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium atau endoskopi tenggorokan.

Komplikasi Laringitis

Laringitis dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai. Salah satu komplikasi yang umum terjadi adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah, seperti bronkitis atau pneumonia. Selain itu, laringitis juga bisa memengaruhi kemampuan seseorang untuk bernafas dengan normal, terutama jika pembengkakan parah menghalangi jalan napas utama. Kondisi ini dikenal sebagai sumbatan jalan napas dan bisa menjadi keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala laringitis berlangsung lebih dari dua minggu atau semakin bertambah buruk. Perawatan yang tepat akan membantu mencegah kemungkinan komplikasi serius.

Pengobatan Laringitis

Pengobatan Laringitis melibatkan beberapa langkah untuk membantu meredakan peradangan pada laring dan meringankan gejalanya. Berikut adalah beberapa opsi pengobatan yang dapat direkomendasikan oleh dokter:

  1. Istirahat vokal: Menghindari menggunakan suara secara berlebihan atau bernyanyi dapat membantu mengurangi tekanan pada pita suara dan mempercepat pemulihan. Dianjurkan untuk tidak berbicara terlalu keras atau dalam waktu yang lama.
  2. Hydration: Memastikan untuk tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan hangat seperti air putih, teh herbal, atau sup kaldu
  3. Menghirup uap: Dengan menghirup uap dari air panas, dapat membantu melembapkan dan meringankan peradangan pada laring.
  4. Mengonsumsi obat pereda nyeri dan penurun demam: Dokter mungkin merekomendasikan penggunaan obat pereda nyeri dan penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi gejala laringitis dan demam yang mungkin terkait.
  5. Menggunakan semprotan tenggorokan atau tablet hisap: Dokter dapat menyarankan penggunaan semprotan lokal yang mengandung bahan-bahan seperti lidokain atau tablet hisap yang mengandung antiseptik untuk meredakan gejala iritasi tenggorokan

Pencegahan Laringitis

Untuk mencegah laringitis, ada beberapa langkah yang dapat diambil

  1. Hindari terlalu sering menggunakan suara dengan volume tinggi atau berteriak secara berlebihan. Pastikan untuk memberikan waktu istirahat bagi pita suara Anda.
  2. Jaga kelembaban pada lingkungan sekitar Anda dengan menggunakan penghumidifikasi udara, terutama jika Anda tinggal di daerah yang kering.
  3. Hindari paparan asap rokok dan polusi udara lainnya, karena hal ini dapat menyebabkan iritasi pada laring dan meningkatkan risiko terjadinya laringitis.
  4. Perhatikan kebersihan tangan yang baik, karena infeksi virus atau bakteri dapat menyebabkan laringitis.