Malaria – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Malaria
Sumber: medicoverhospitals.in

Pengertian Malaria

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Parasit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk dan kemudian berkembang biak di hati sebelum menyerang sel darah merah. Infeksi malaria dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, dan kelelahan.

Jika tidak diobati dengan cara yang tepat dan cepat, malaria dapat menyebabkan komplikasi serius seperti anemia, kerusakan organ, dan bahkan kematian.

Penyebab & Faktor Risiko Malaria

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Parasit ini menyebar ke dalam tubuh manusia saat nyamuk tersebut menggigit dan menyuntikkan saliva yang mengandung parasit malaria ke dalam aliran darah kita. Setelah masuk ke dalam tubuh, parasit akan menuju hati untuk berkembang biak sebelum akhirnya memasuki sel-sel darah merah dan mulai menyebabkan gejala-gejala penyakit malaria.

Namun tidak semua orang yang terinfeksi oleh parasite malaria akan langsung menunjukkan gejala penyakit. Beberapa individu dapat menjadi pembawa tanpa gejala atau dengan infeksi ringan, sementara yang lain bisa mengalami bentuk penyakit lebih parah seperti anemia berat atau bahkan cerebral malaria.

Faktor risiko individual yang mempengaruhi terjadinya infeksi malaria antara lain usia, jenis kelamin, genetik, kehamilan, status gizi, dan aktivitas keluar rumah pada malam hari. Selain itu juga terdapat faktor risiko kontekstual seperti lingkungan dan kekebalan seseorang.

Gejala Malaria

Gejala malaria dapat bervariasi, tergantung pada jenis parasit yang menyebabkan infeksi dan tingkat keparahan penyakit. Namun, beberapa gejala umum yang sering terjadi pada penderita malaria meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala parah, mual dan muntah, serta nyeri otot. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kelelahan yang berat.

Dalam kasus infeksi tertentu seperti P. falciparum, gejala yang lebih serius dan komplikasi lebih berat dapat terjadi seperti kehilangan kesadaran, disfungsi ginjal dan tekanan darah rendah yang serius bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Diagnosis Malaria

Untuk mendiagnosis malaria, pemeriksaan yang standar menggunakan sediaan mikroskopis berdasarkan pedoman pengobatan nasional malaria dapat dilakukan. Pemeriksaan ini diperlukan untuk memastikan diagnosis yang definitif. Dalam pemeriksaan tersebut, sampel darah akan diteliti di bawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda infeksi malaria.

Terkadang gejala-gejala seperti demam tinggi secara periodik atau berkala, menggigil, ketidaknyamanan pada kepala, nyeri perut dan mual juga bisa menjadi petunjuk terjadi infeksi malaria. Namun tentu saja diagnosis akurat hanya dapat dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium yang tepat.

Komplikasi Malaria

Komplikasi malaria dapat terjadi sebagai akibat dari infeksi yang parah dan tidak diobati dengan tepat. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi anemia berat, kerusakan organ seperti liver atau ginjal, kehilangan kesadaran, serta gangguan tekanan darah rendah. Pada kasus P. falciparum, salah satu bentuk malaria yang paling serius, komplikasi serius seperti cerebral malaria juga dapat terjadi.

Cerebral malaria adalah kondisi dimana parasit masuk ke otak, menyebabkan peradangan dan gangguan pada fungsi otak.

Pengobatan Malaria

Pengobatan malaria melibatkan penggunaan obat antimalaria untuk menghancurkan parasit yang menyebabkan infeksi. Pengobatan biasanya bervariasi tergantung pada jenis plasmodium yang menyebabkan infeksi dan tingkat keparahan penyakit.

Beberapa antibiotik seperti klorokuin, artemisinin, atau sulfadoxine-pyrimethamine sering digunakan dalam pengobatan malaria non-severe. Namun, perlu diingat bahwa pilihan obat dapat berbeda-beda tergantung pada wilayah geografis dan tingkat resistensi parasit terhadap obat tertentu.

Pencegahan Malaria

Pencegahan malaria merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah malaria adalah:

  1. Menggunakan kelambu berinsektisida: Menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur dapat membantu melindungi diri dari gigitan nyamuk penular malaria yang aktif pada malam hari.
  2. Penggunaan obat anti-malaria: Jika Anda tinggal di daerah dengan risiko tertinggi, konsultasikan dengan dokter tentang penggunaan obat anti-malaria sebagai langkah pencegahan.
  3. Menghindari gigitan nyamuk: Menggunakan pakaian yang meliputi seluruh bagian dari tubuh mengaplikasikan insektisida pada kulit dan pakaian, serta menggunakan kipas atau AC untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam ruangan.