Presbiopia (Mata Tua) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Mata Tua
Sumber: prakaasheyewear.com

Pengertian Presbiopia

Presbiopia adalah kondisi mata yang biasanya terjadi pada usia lanjut di mana kemampuan melihat objek dekat secara jelas menurun. Presbiopia disebabkan oleh penurunan elastisitas lensa dan kekakuan otot-otot cincin dalam mata yang mengontrol fokus. Akibatnya, penderita presbiopia akan kesulitan membaca tulisan yang berada dalam jarak dekat. Kondisi ini sering kali dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun ke atas.

Penyebab & Faktor Risiko Presbiopia

Presbiopia disebabkan oleh penurunan elastisitas lensa dan kekakuan otot-otot cincin dalam mata yang mengontrol fokus. Pada usia lanjut, lensa mata menjadi lebih kaku dan sulit untuk berubah bentuk dengan cepat, sehingga sulit bagi mata untuk membaca objek dekat secara jelas. Faktor risiko lainnya termasuk riwayat keluarga presbiopia, diabetes, hipertensi, serta paparan terus-menerus pada layar komputer atau gadget.

Gejala Presbiopia

Gejala presbiopia biasanya meliputi kesulitan dalam membaca tulisan yang berada dalam jarak dekat. Penderita juga sering merasa mata lelah dan perlu memegang benda atau buku lebih jauh dari sebelumnya agar bisa melihat dengan jelas. Selain itu, gejala lain yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, rasa tegang di area sekitar mata, dan sulit untuk mengubah fokus pandangan dari objek dekat ke objek yang berjarak jauh secara cepat.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segeralah periksakan mata Anda ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai.

Diagnosis Presbiopia

Diagnosis presbiopia dapat dilakukan melalui pemeriksaan mata yang dilakukan oleh dokter atau ahli optometri. Pada pemeriksaan ini, dokter akan melakukan tes penglihatan dan memeriksa keadaan fisik serta kesehatan mata Anda. Tes penglihatan yang umum dilakukan untuk mendiagnosis presbiopia adalah tes membaca huruf-huruf atau angka-angka pada kartu uji jarak dekat dan jauh.

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan refleksi pupilar dan mengukur tekanan dalam mata Anda.

Komplikasi Presbiopia

Komplikasi presbiopia yang sering terjadi adalah ketidaknyamanan dan gangguan penglihatan pada aktivitas sehari-hari. Penderita mungkin akan kesulitan melakukan tugas-tugas seperti membaca, mengetik, atau menjahit tanpa menggunakan kacamata baca. Kekurangan dalam fokus dekat juga dapat menyebabkan mata menjadi lelah dengan cepat dan menyebabkan sakit kepala.

Pada beberapa kasus, komplikasi presbiopia juga dapat mengganggu kehidupan sosial dan profesional seseorang. Penderita mungkin kesulitan berinteraksi dengan orang lain, terutama dalam situasi yang membutuhkan pembacaan teks atau melihat detail kecil.

Pengobatan Presbiopia

Pengobatan presbiopia tergantung pada tingkat keparahan dan preferensi individu. Beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi penggunaan kacamata baca, lensa kontak multifokal, dan operasi refraktif.

Kacamata baca adalah metode pengobatan yang paling sederhana dan umum digunakan. Kacamata ini memiliki lensa khusus untuk membantu memperbaiki fokus dekat sehingga objek dekat dapat terlihat lebih jelas. Lensa kontak multifokal juga adalah alternatif pengobatan yang dapat digunakan dalam mengatasi presbiopia.

Jika Anda ingin solusi yang lebih permanen, operasi refraktif juga dapat menjadi pilihan. Operasi ini melibatkan perubahan bentuk kornea mata untuk memperbaiki fokus dekat dan jarak. Namun, sebelum memutuskan untuk melakukan operasi refraktif, penting untuk berkonsultasi dengan dokter mata atau ahli bedah refraktif yang berpengalaman untuk mengevaluasi kemungkinan risiko dan manfaatnya.

Selain pengobatan melalui kacamata baca, lensa kontak multifokal, dan operasi refraktif, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi gejala presbiopia dan menjaga kesehatan mata Anda:

Jika Anda memiliki kelainan refraksi seperti presbiopia, sangat penting untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak yang sesuai dan sesuai ukuran dengan kelainan refraksi yang Anda miliki.

Selain itu, sebaiknya kacamata atau lensa kontak tersebut dilengkapi dengan lapisan anti-reflective yang mencegah silau dan memantulkan cahaya yang tidak diinginkan.

Pencegahan Presbiopia

Sayangnya, tidak ada cara untuk mencegah presbiopia karena ini merupakan suatu perubahan fisiologis yang terjadi secara alami dengan bertambahnya usia. Namun, terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan guna menjaga kesehatan mata Anda dan mengurangi gejala presbiopia.

  1. Rajinlah menjalani pemeriksaan mata rutin: Selalu periksakan mata Anda secara berkala ke dokter mata untuk memantau perkembangan kelainan refraksi Anda dan mendapatkan pengobatan yang sesuai jika diperlukan.
  2. Lindungi mata Anda: Selalu gunakan kacamata pelindung saat berada di luar ruangan yang terpapar sinar matahari, terutama saat cuaca cerah.
  3. Jaga pola makan yang sehat: Konsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi, terutama vitamin A dan omega-3 fatty acids, yang dapat memberikan perlindungan untuk menjaga keadaan mata Anda tetap sehat.
  4. Istirahatkan mata secara teratur: Jika Anda sering bekerja dengan komputer atau menggunakan perangkat digital lainnya selama jangka waktu yang lama, penting untuk mengistirahatkan mata anda secara teratur.
  5. Cari tahu tentang teknik relaksasi mata yang dapat membantu mengurangi kelelahan dan tegang pada mata Anda.
  6. Lakukan latihan rekomendasi dari dokter mata atau ahli kesehatan mata untuk menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot mata Anda.
  7. Jaga kelembapan mata Anda: Penggunaan pelembab tetes mata dapat membantu mengurangi iritasi dan kekeringan mata yang sering terjadi pada penderita presbiopia.
  8. Hindari merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit mata, termasuk presbiopia.
  9. Hindari paparan langsung terhadap sinar matahari dan menggunakan perlindungan mata yang sesuai saat berada di luar ruangan.
  10. Penting untuk mengikuti konsultasi dokter mata secara teratur dan melakukan perawatan yang dianjurkan.