Vaginitis – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Vaginitis
Sumber: freepik.com

Pengertian Vaginitis

Vaginitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan pada vagina. Peradangan ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti infeksi jamur, bakteri atau virus. Vaginitis seringkali menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, keputihan abnormal, bau tidak sedap dan nyeri saat buang air kecil.

Untuk mengatasi vaginitis, pengobatan tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh infeksi jamur, dokter biasanya akan meresepkan obat antijamur topikal atau oral.

Penyebab & Faktor Risiko Vaginitis

Penyebab utama vaginitis adalah infeksi oleh jamur Candida albicans. Faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya vaginitis meliputi penggunaan antibiotik, kehamilan, diabetes mellitus, sistem imun yang lemah, serta penggunaan pil KB. 

Selain itu, faktor-faktor seperti stres, kurang tidur dan pola makan yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko terjadinya vaginitis.

Gejala Vaginitis

Gejala vaginitis dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala umum yang mungkin dialami oleh seseorang dengan vaginitis meliputi:

  1. Gatal-gatal di area vagina
  2. Keputihan abnormal, biasanya berwarna putih atau kekuningan
  3. Bau tidak sedap dari vagina
  4. Nyeri saat buang air kecil atau hubungan seksual

Tetapi perlu dicatat bahwa tanda ini juga dapat muncul pada kondisi lain seperti infeksi menular seksual, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan medis yang menyeluruh untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Diagnosis Vaginitis

Diagnosis vaginitis biasanya dibuat berdasarkan kombinasi riwayat medis, tanda dan gejala klinis, serta bukti pemeriksaan mikroskopis sel ragi dari sediaan cairan vagina. 

Pemeriksaan kultur juga penting untuk diagnosis dan pengobatan vaginitis yang berulang dan kompleks serta diperlukan untuk menentukan spesies penyebab. 

Jika Anda mengalami gejala vaginitis seperti gatal-gatal di area vagina, keputihan abnormal, bau tidak sedap, atau nyeri saat buang air kecil atau hubungan seksual, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.

Komplikasi Vaginitis

Komplikasi vaginitis dapat terjadi jika kondisi tidak diobati atau jika pengobatan tidak efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin timbul meliputi:

  1. Infeksi Menular Seksual: Vaginitis bisa menjadi faktor risiko bagi infeksi menular seksual seperti HIV, gonore, dan klamidia. Keadaan inflamasi pada vagina dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi ini.
  2. Komplikasi kehamilan: Jika wanita hamil mengalami vaginitis yang tidak diobati, dapat terjadi risiko komplikasi pada kehamilan seperti kelahiran prematur atau berat bayi rendah.
  3. Gatal-gatal di area vagina dan keputihan abnormal juga bisa menjadi tanda-tanda lain dari vaginitis.

Pengobatan Vaginitis

Pengobatan vaginitis akan bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika infeksi bakteri atau jamur adalah penyebabnya, dokter mungkin akan meresepkan antijamur atau antibiotik untuk membunuh organisme yang menyebabkan infeksi. Obat-obatan ini dapat diberikan dalam bentuk obat oral atau krim topikal yang dioleskan langsung ke area vagina.

Selain itu, penting juga untuk menjaga kebersihan dan keasaman vagina dengan menggunakan pembersih khusus yang direkomendasikan oleh dokter, menghindari penggunaan produk kesehatan yang berpotensi iritatif atau alergenik, dan menghindari hubungan seksual yang bisa menyebabkan iritasi atau infeksi tambahan.

Pencegahan Vaginitis

Untuk mencegah vaginitis, ada beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Jaga kebersihan area vagina dengan membersihkannya secara teratur menggunakan air dan sabun yang lembut. Hindari penggunaan pembersih yang mengandung bahan kimia keras.
  2. Hindari penggunaan produk kesehatan seperti panty liner atau tampon yang tidak perlu jika tidak diperlukan.
  3. Gunakan pakaian dalam yang nyaman dan terbuat dari bahan katun, hindari memakai pakaian dalam ketat yang dapat menyebabkan iritasi atau kelembapan berlebih di area vagina.
  4. Hindari penggunaan douches atau semprotan vagina yang dapat mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme di vagina dan meningkatkan risiko infeksi.