Vertigo (Pusing 7 Keliling) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

Vertigo
Sumber: vecteezy.com

Pengertian Vertigo

Vertigo adalah sensasi pengelihatan dunia yang bergerak secara berputar-putar secara tidak menentu. Ini sering kali disertai dengan pusing, mual, dan ketidakseimbangan. Vertigo terjadi ketika ada masalah dengan sistem keseimbangan dalam tubuh kita.

Vertigo dapat terjadi karena beberapa alasan, salah satunya adalah insufisiensi vertebrobasilari yang disebabkan oleh tekanan pada arteri vertebral akibat osteofit di tulang leher. Ketika osteofit ini mempermalukan arteri vertebral, mereka dapat mempengaruhi aliran darah ke otak dan menyebabkan vertigo.

Penyebab & Faktor Risiko Vertigo

Vertigo dapat memiliki berbagai penyebab dan faktor risiko. Salah satu penyebab yang umum adalah gangguan vestibular perifer seperti neuritis vestibular, bening paroksismal vertigo posisional, dan penyakit Meniere. Gangguan vestibular perifer ini seringkali memengaruhi keseimbangan tubuh kita dan menyebabkan sensasi pusing yang tidak nyaman.

Selain itu, terdapat juga faktor risiko tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami vertigo. Beberapa faktor risiko yang terkait dengan vertigo meliputi jenis kelamin perempuan, depresi, hipertensi, dan dislipidemia.

Gejala Vertigo

Gejala vertigo dapat bervariasi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa gejala umum yang sering terjadi pada vertigo meliputi:

  1. Sensasi pening atau pusing berputar-putar
  2. Gangguan keseimbangan, seperti kesulitan berdiri atau berjalan dengan stabil
  3. Mual dan muntah
  4. Sulit fokus dan kehilangan koordinasi motorik
  5. Kehilangan pendengaran sementara (pada beberapa kasus)
  6. Pada beberapa kasus, vertigo dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seseorang dan bahkan menyebabkan gangguan mental dan emosional seperti kecemasan atau depresi.

Diagnosis Vertigo

Diagnosis Vertigo biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat medis yang teliti. Dokter kemungkinan akan melakukan tes keseimbangan atau pengujian pendengaran untuk memeriksa fungsi vestibular Anda. Tes tambahan seperti elektrokokleografi atau audiometri juga dapat digunakan.

Selain itu, dokter mungkin perlu melakukan beberapa tes pencitraan jika diperlukan, seperti MRI atau CT scan, untuk mengevaluasi adanya kelainan struktural dalam otak atau

di area vestibular.

Komplikasi Vertigo

Komplikasi yang dapat terjadi akibat vertigo sangat bervariasi tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi. Namun, ada beberapa komplikasi umum yang dapat timbul sebagai dampak dari vertigo.

Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah gangguan keseimbangan dan koordinasi motorik. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dengan stabil dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Pada kasus yang lebih parah, hal ini bahkan meningkatkan risiko terjatuh, terutama pada pasien lanjut usia.

Selain itu, vertigo juga dapat menyebabkan konsekuensi psikologis yang signifikan. Misalnya, kecemasan dan depresi dapat berkembang sebagai respons terhadap sensasi yang tidak stabil dan perasaan tidak mampu mengendalikan diri dengan baik.

Pengobatan Vertigo

Pengobatan vertigo tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan untuk mengatasi vertigo meliputi:

  1. Terapi repositioning kristal: Jika Anda didiagnosis dengan benign paroxysmal positional vertigo, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi ini. Terapi ini melibatkan pergerakan kepala dan tubuh dalam posisi tertentu untuk membantu mengembalikan kristal vestibular ke posisi normal.
  2. Obat-obatan: Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan untuk membantu mengurangi gejala vertigo, seperti antiemetik untuk mengurangi mual dan muntah, serta obat anti-vertigo untuk mengendalikan sensasi pusing.
  3. Terapi fisik: Terapi fisik dapat membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi motorik, serta memperkuat otot-otot yang terlibat dalam keseimbangan.
  4. Terapi psikologis: Untuk mengatasi dampak psikologis vertigo, terapi kognitif perilaku atau terapi perilaku dapat digunakan.

Pencegahan Vertigo

Untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya vertigo, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Hindari pemicu yang diketahui: Jika Anda mengetahui bahwa ada faktor-faktor tertentu yang memicu serangan vertigo, seperti perubahan posisi kepala secara tiba-tiba atau paparan terhadap suara keras, hindarilah pemicu-pemicu ini sebisa mungkin.
  2. Manajemen stres: Stres dapat menjadi faktor utama pemicu serangan vertigo. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik melalui teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam mengatasi stresor.
  3. Jaga kesehatan fisik dan mental: Upayakan untuk menjaga gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan seimbang, berolahraga secara teratur, dan memiliki tidur yang cukup.
  4. Konsultasikan dengan dokter secara teratur: Jika Anda memiliki riwayat vertigo atau gejala yang sering muncul, penting untuk berkonsultasi dengan dokter secara teratur guna memantau kondisi Anda dan mencari pengobatan yang tepat.