Batu Empedu (Gallstone) – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Gallstone
Sumber: istockphoto.com

Pengertian Batu Empedu (Gallstone)

Batu empedu atau disebut juga dengan istilah medis sebagai kolelitiasis adalah kondisi dimana terjadi pembentukan batu di dalam kantong empedu. Kantong empedu merupakan organ kecil berbentuk seperti pir yang terletak di bawah hati dan berfungsi untuk menyimpan empedu yang diproduksi oleh hati. Batu-batu ini biasanya terbentuk dari kristal kolesterol atau zat lain yang ada dalam empedu.

Penyebab & Faktor Risiko Batu Empedu (Gallstone)

Batu empedu (gallstone) dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan kondisi tertentu. Beberapa penyebab umum dari batu empedu termasuk obesitas, diabetes melitus, dan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh. Penyakit ini juga lebih sering terjadi pada wanita, orang yang memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu, serta mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat seperti makanan berlemak dan jarang berolahraga.

Selain itu, penelitian telah menemukan hubungan antara hiperlipidemia (tingginya kadar lemak dalam darah) dan kejadian batu empedu (Sueta & Warsinggih, 2017).

Gejala Batu Empedu (Gallstone)

Gejala batu empedu (gallstone) dapat bervariasi, namun beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita meliputi nyeri perut pada bagian kanan atas yang muncul atau memburuk setelah mengonsumsi makanan berlemak, rasa kembung atau perut terasa penuh, mual dan muntah, serta warna kulit dan puting mata yang kekuningan. Beberapa orang juga dapat mengalami demam dan menggigil jika terjadi infeksi pada saluran batu empedu.

Diagnosis Batu Empedu (Gallstone)

Diagnosis batu empedu (gallstone) dapat dilakukan melalui beberapa metode. Pertama, pemeriksaan fisik yang meliputi palpasi (perabaan) abdomen untuk mengidentifikasi nyeri atau kelainan pada kantung empedu. Selanjutnya, tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa tingkat enzim hati seperti bilirubin, ALP, dan GGT yang dapat mengindikasikan adanya batu duktus koledokus.

Selain itu, ultrasound merupakan salah satu metode paling umum untuk mendeteksi batu empedu.

Komplikasi Batu Empedu (Gallstone)

Komplikasi yang dapat terjadi akibat batu empedu (gallstone) termasuk kolik bilier, kolesistitis, dan penyumbatan saluran empedu.

Kolik bilier adalah serangan nyeri hebat yang terjadi ketika batu empedu tersangkut di saluran empedu. Pada kondisi ini, penderita akan mengalami nyeri tajam pada perut kanan atas yang bisa menjalar ke punggung atau bahu. Rasa nyeri biasanya bertambah parah setelah makan atau mengonsumsi makanan berlemak.

Selain itu, ada juga risiko terjadinya kolesistitis, yaitu peradangan pada dinding kantung empedu yang disebabkan oleh infeksi akibat batu empedu yang menghalangi aliran empedu.

Risiko lainnya adalah penyumbatan saluran empedu yang dapat menyebabkan ikterus obstruktif, yaitu kondisi di mana aliran empedu terhambat dan menyebabkan penumpukan bilirubin yang mengakibatkan kulit dan mata kekuningan.

Pengobatan Batu Empedu (Gallstone)

Pengobatan untuk batu empedu (gallstone) tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dialami oleh penderita. Secara umum, pengobatan dapat dilakukan secara konservatif atau dengan tindakan medis.

Untuk kasus-kasus ringan, perubahan pola makan dan gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi gejala dan mencegah pembentukan lebih banyak batu empedu. Ini meliputi menghindari makanan berlemak dan bergula, mengonsumsi makanan tinggi serat, selalu menjaga berat badan yang sehat, dan rutin berolahraga.

Pencegahan Batu Empedu (Gallstone)

Untuk mencegah terbentuknya batu empedu, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Pertama, menjaga pola makan yang sehat dengan menghindari makanan tinggi lemak dan bergula. Mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian juga sangat dianjurkan.

Selain itu, penting untuk menjaga berat badan secara optimal dan rutin berolahraga. Kegemukan dan gaya hidup tidak aktif dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.

Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu, penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter untuk memantau kondisi kesehatan Anda.

Hubungan Hiperlipidemia dan Batu Empedu

Hiperlipidemia atau peningkatan kadar lipid dalam darah telah dikaitkan dengan kejadian batu empedu. Dalam beberapa penelitian, ditemukan bahwa hiperlipidemia memiliki korelasi dengan kejadian batu empedu, terutama pada pasien dengan hipertrigliseridemia (Sueta & Warsinggih, 2017). Peningkatan sekresi kolesterol empedu yang disebabkan oleh aktivitas HMG-CoA reduktase merupakan faktor penyebab dari peningkatan kejadian batu empedu pada individu dengan hiperlipidemia (Sueta & Warsinggih, 2017).

 

Referensi

Sueta, M. A. D., & Warsinggih, W.. (2017, January 7). Faktor Risiko Terjadinya Batu Empedu di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. https://scite.ai/reports/10.24843/jbn.2017.v01.i01.p04