Fistula Ani – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Fistula Anal
Sumber: everydayhealth.com

Pengertian Fistula Ani

Fistula Ani adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan adanya saluran abnormal yang terbentuk antara permukaan kulit di sekitar anus dan saluran pencernaan. Fistula Ani biasanya disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anal atau abses, yang kemudian terjadi pembentukan lubang kecil (fistula) untuk mengalirkan nanah.

Penyebab & Faktor Risiko Fistula Ani

Fistula Ani dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:

  1. Abses Anal: Infeksi pada kelenjar anal yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan pembentukan fistula.
  2. Penyakit Crohn: Kondisi peradangan kronis dalam sistem pencernaan seperti penyakit Crohn juga dapat menjadi penyebab Fistula Ani.
  3. Cedera pada Bagian Anus: Cedera atau trauma pada daerah sekitar anus bisa menyebabkan terbentuknya Fistula Ani.
  4. Tindakan Toraktomi dan tindakan bedah lainnya pada area panggul juga dapat menjadi faktor risiko untuk terjadinya Fistula Ani.
  5. Infeksi Menular Seksual: Beberapa infeksi menular seksual seperti sifilis atau herpes genital dapat menyebabkan Fistula Ani pada beberapa kasus.

Gejala Fistula Ani

Penderita Fistula Ani biasanya mengalami beberapa gejala, antara lain:

  1. Perdarahan: Penderita Fistula Ani sering kali mengalami perdarahan saat buang air besar. Hal ini disebabkan oleh adanya saluran abnormal yang terbentuk antara anus dan saluran pencernaan.
  2. Nyeri: Penderita juga dapat merasakan nyeri pada area sekitar anus, terutama saat duduk atau buang air besar.
  3. Keluarnya Cairan atau Nanah: Fistula Ani dapat menyebabkan keluarnya cairan atau nanah dari lubang fistula.
  4. Keputihan dapat juga menjadi salah satu gejala Fistula Ani yang ditemukan pada beberapa kasus.

Selain gejala tersebut, penderita Fistula Ani juga dapat mengalami pembengkakan pada daerah sekitar anus atau mungkin terjadi rasa gatal di sekitar anus.

Diagnosis Fistula Ani

Diagnosis Fistula Ani biasanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat medis. Dokter akan melakukan pemeriksaan langsung pada daerah sekitar anus untuk mencari tanda-tanda fistula, seperti lubang kecil atau adanya kelainan pada kulit. 

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan tes tambahan, termasuk sigmoidoskopi atau kolonoskopi untuk memeriksa saluran pencernaan lebih detail.

Pada beberapa kasus, dokter mungkin perlu menggunakan teknologi radiologi seperti sinar-X dengan kontras atau MRI untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bentuk dan lokasi fistula.

Komplikasi Fistula Ani

Komplikasi Fistula Ani dapat sangat beragam. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi, di mana fistula dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan menyebabkan radang. Infeksi bisa membuat gejala Fistula Ani semakin parah, seperti perdarahan yang lebih banyak, nyeri yang meningkat, serta keluarnya cairan atau nanah dengan bau tidak sedap.

Fistula Ani juga memiliki risiko untuk membentuk abses anal. Abses adalah kantung yang dapat menghasilkan cairan bernanah yang terjadi dalam dalam jaringan tubuh. Abses dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri yang hebat, dan demam.

Pengobatan Fistula Ani

Pengobatan Fistula Ani tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi fistula. Secara umum, pengobatan dapat melibatkan kombinasi dari terapi medis dan prosedur bedah.

Terapi medis biasanya melibatkan penggunaan antibiotik untuk mengatasi infeksi dan mencegah penyebarannya. Selain itu, diperlukan perawatan luka untuk memastikan kebersihan area sekitar anus.

Prosedur bedah sering kali diperlukan untuk menyembuhkan Fistula Ani secara definitif. Prosedur bedah yang umum dilakukan untuk mengobati Fistula Ani adalah fistulotomy, yaitu melakukan pembedahan untuk membuka dan membersihkan saluran fistula serta memperbaiki hubungan anorektal yang abnormal.

Prosedur bedah lain yang mungkin dilakukan termasuk fistulectomy, di mana fistula dan jaringan sekitarnya diangkat seluruhnya, dan teknik penempatan seton untuk memperkuat dan menghilangkan fistula yang menonjol.

Pencegahan Fistula Ani

Untuk mencegah Fistula Ani, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  1. Menjaga kebersihan daerah sekitar anus dengan rajin membersihkannya setelah buang air besar dan mandi secara teratur.
  2. Menghindari sembelit atau mengejan saat buang air besar dengan menjaga pola makan yang sehat dan mengonsumsi makanan tinggi serat serta minum cukup air.
  3. Hindari cedera pada area perineal dengan menghindari aktivitas yang bisa menyebabkan trauma seperti hubungan seksual yang kasar atau penggunaan benda-benda tajam saat membersihkan anus.
  4. Menghindari infeksi pada area perineal dengan menjaga kebersihan dan menghindari penggunaan produk yang tidak higienis, seperti tisu toilet yang kasar atau sabun yang mengiritasi kulit.
  5. Memeriksakan diri secara teratur ke dokter untuk mendeteksi dan mengobati penyakit atau kondisi yang dapat memicu terbentuknya Fistula Ani, seperti penyakit radang usus, penyakit Crohn, atau infeksi saluran pencernaan lainnya.

Referensi

  1. Anal Fistula: Current Management Strategies and Treatment Options (source: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5031060
  2. Fistula-in-an-Facts, Pathogenesis and Management (source: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2907328