Osteoarthritis – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

Osteoarthritis
Sumber: healthdirect.gov.au

Pengertian Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah kondisi medis yang ditandai oleh degenerasi dan peradangan sendi. Hal ini terjadi ketika tulang rawan yang melapisi ujung tulang di sendi mengalami kerusakan dan kehilangan elastisitasnya. Dalam kondisi normal, tulang rawan berfungsi sebagai bantalan yang melindungi sendi saat melakukan gerakan. 

Namun, pada osteoarthritis, tulang rawan menjadi tipis dan rusak sehingga menyebabkan gesekan antara ujung tulang di sendi yang dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan gerakan.

Penyebab & Faktor Risiko Osteoarthritis

Penyebab Osteoarthritis dapat bervariasi, tetapi faktor risiko yang umum seperti usia. Osteoarthritis lebih umum terjadi pada orang tua karena proses degenerasi alami yang terjadi seiring dengan bertambahnya usia. 

Selain itu, faktor lain yang dapat menyebabkan osteoarthritis antara lain adalah cedera sendi sebelumnya, kelebihan berat badan atau obesitas, serta faktor genetik yang dapat memengaruhi kerentanan terhadap perkembangan osteoarthritis.

Gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi dan sendi yang terkena. Namun, gejala umum dari osteoarthritis meliputi nyeri sendi yang terus-menerus atau timbul saat melakukan gerakan, keterbatasan gerakan pada sendi yang terkena, pembengkakan atau peradangan di sendi yang terkena, sensasi kaku di pagi hari atau setelah istirahat yang lama, dan kadang kali terdengar suara gemeretak atau gesekan saat gerakan sendi.

Diagnosis Osteoarthritis

Diagnosis osteoarthritis dapat didapatkan melalui pemeriksaan fisik, riwayat medis pasien, serta hasil pemeriksaan radiologi seperti sinar-X atau MRI. Pada saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengamati adanya perubahan pada struktur dan fungsi sendi yang mungkin terjadi akibat osteoarthritis. 

Selain itu, dokter juga akan menanyakan tentang riwayat medis pasien termasuk gejala yang dialami dan faktor risiko yang dimiliki.

Namun demikian, untuk mendapatkan diagnosis lebih pasti dan rinci mengenai kondisi osteoarthritis ini sering kali membutuhkan bantuan dari hasil pemeriksaaan radiologi seperti sinar-X atau MRI. Sinar-X dapat membantu dalam melihat kerusakan tulang rawannya serta tanda-tanda lain dari inflamasi di sekitarnya. 

Sedangkan MRI merupakan metode pencitraan lanjutan yang memberikan gambar detail mengenai keadaan jaringan lunak di sekitatr sendi.

Dengan menggunakan kombinasi informasi tersebut, maka dokter dapat melakukan diagnosis yang lebih akurat dan memberikan pengobatan yang sesuai untuk osteoarthritis.

Komplikasi Osteoarthritis

Komplikasi osteoarthritis mencakup nyeri yang berlangsung lama dan kecacatan yang dapat membatasi kemampuan seseorang untuk melakukan tugas sehari-hari dengan optimal. 

Osteoartritis adalah penyakit pada sendi-sendi sinovial dan dapat menyebabkan kerusakan struktural secara progresif dalam jangka waktu yang panjang. Sayangnya, meskipun prevalensinya tinggi di seluruh dunia, mekanisme pasti terjadinya osteoartritis masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli. 

Oleh karena itu, hingga saat ini tidak ada metode efektif yang tersedia untuk mencegah atau mengobati osteoartritis secara keseluruhan.

Pengobatan Osteoarthritis

Pengobatan osteoarthritis dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan gejala yang dialami oleh pasien. Pengobatan osteoartritis terdiri dari beberapa strategi yang dapat membantu mengurangi nyeri, meredakan peradangan, meningkatkan fungsi sendi, dan memperlambat perkembangan penyakit ini. 

Selain itu, rehabilitasi juga dapat menjadi bagian penting dalam pengobatan osteoarthritis. Rehabilitasi meliputi terapi fisik, olahraga terapeutik, dan penggunaan alat bantu seperti tongkat kruk atau ortosis untuk membantu pasien dalam beraktivitas sehari-hari.

Jenis-jenis obat osteoarthritis terdiri dari beberapa strategi pengobatan yang dapat membantu mengurangi nyeri, peradangan, dan meningkatkan fungsi sendi. Berikut ini adalah beberapa pilihan obat yang sering digunakan untuk pengobatan osteoarthritis:

  1. Analgesik: Obat analgesik seperti parasetamol dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang pada osteoarthritis.
  2. NSAIDs: NSAIDs seperti ibuprofen atau naproxen dapat digunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada osteoarthritis yang lebih parah.
  3. Obat antiinflamasi steroid: Dalam beberapa kasus osteoarthritis yang lebih parah, dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi steroid untuk mengurangi peradangan dan nyeri pada sendi yang terkena.
  4. Kondroitin dan glukosamin: Suplemen kondroitin dan glukosamin dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan meningkatkan fungsi sendi pada beberapa pasien dengan osteoartritis.Namun, penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini, karena efektivitasnya masih kontroversial dan belum diakui secara luas oleh komunitas medis.

Pencegahan Osteoarthritis

Pencegahan osteoartritis adalah langkah penting dalam mengurangi risiko pengembangan penyakit ini. Namun, karena penyebab pasti dari osteoarthritis masih belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli, tidak ada pengobatan yang efektif yang tersedia untuk mencegah atau mengobati osteoartritis secara keseluruhan. 

Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil individu untuk mengurangi risiko osteoartritis atau memperlambat perkembangan penyakit ini. Salah satu langkah pencegahan utama osteoartritis adalah menjaga berat badan yang sehat. 

Selain menjaga berat badan yang sehat, orang juga dapat mengambil langkah-langkah lain untuk mencegah atau mengurangi risiko osteoartritis, seperti: 

  1. Berolahraga secara teratur untuk menjaga kekuatan otot dan fleksibilitas sendi. 
  2. Menghindari cedera atau trauma pada sendi dengan menggunakan teknik yang benar saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti berlutut, jongkok, atau naik tangga. 
  3. Menghindari aktivitas yang dapat memperburuk kondisi sendi, seperti mengangkat beban berat secara berulang. 
  4. Memperhatikan pola makan yang seimbang dan mengandung nutrisi penting adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan tulang dan sendi, termasuk mengkonsumsi makanan kaya akan kalsium, seperti produk susu rendah lemak, sayuran hijau, dan produk kalsium tambahan yang direkomendasikan oleh dokter.