Xerostomia – Definisi, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Komplikasi, Pencegahan & Pengobatan

 

Xerostomia
Sumber: mdanderson.org

Pengertian Xerostomia

Xerostomia adalah kondisi medis yang ditandai dengan kekeringan pada mulut akibat produksi air liur yang tidak mencukupi. Air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut serta membantu dalam proses pencernaan. 

Ketika seseorang mengalami xerostomia, saluran air liur menjadi terganggu atau menghasilkan jumlah air liur yang kurang, menyebabkan sensasi kering dan ketidaknyamanan pada mulut.

Penderita xerostomia sering kali mengalami kesulitan dalam berbicara, mengunyah dan menelan makanan. Selain itu, xerostomia juga dapat menyebabkan peradangan dan infeksi pada mulut serta kerusakan gigi.

Penyebab & Faktor Risiko Xerostomia

Ada beberapa penyebab dan faktor risiko yang dapat menyebabkan xerostomia. Salah satu penyebab utama adalah efek samping dari obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antihistamin, dan diuretik. 

Selain itu, kondisi medis seperti diabetes, Sjogren's syndrome, dan gangguan tiroid juga dapat mempengaruhi produksi air liur.

Faktor risiko lainnya termasuk penggunaan tembakau atau rokok serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Radioterapi pada area kepala dan leher juga dapat menjadi faktor risiko xerostomia.

Gejala Xerostomia

Gejala xerostomia termasuk sensasi kering dan tidak nyaman pada mulut, kesulitan berbicara, mengunyah dan menelan makanan. Selain itu, penderita juga bisa merasakan lidah yang lecet atau terasa terbakar. 

Mulut yang tersedak dapat menyebabkan perubahan pada suara dan rasa makanan serta meningkatkan risiko infeksi mulut seperti sariawan.

Gejala lainnya meliputi halitosis (bau napas), gusi sensitif atau berdarah saat menyikat gigi, dan peningkatan kerusakan gigi seperti karies.

Penting untuk segera mengatasi gejala xerostomia dan mencari perawatan yang sesuai.

Diagnosis Xerostomia

Diagnosis Xerostomia dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat medis pasien. Dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh pasien, riwayat penggunaan obat-obatan, serta kondisi medis atau gangguan kesehatan yang mungkin menjadi penyebab xerostomia. 

Untuk melengkapi itu, dokter juga dapat melakukan beberapa tes diagnostik tambahan seperti pemeriksaan fungsi air liur untuk mengukur jumlah dan aliran air liur yang diproduksi.

Tes ini biasanya melibatkan pengambilan sampel air liur dan pemeriksaan tingkat keasaman, konsistensi, dan jumlah enzim dalam air liur.

Komplikasi Xerostomia

Xerostomia dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang perlu diperhatikan. Kurangnya produksi air liur dalam mulut dapat mengganggu fungsi normal dari mulut dan gigi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya karies gigi, penyakit gusi, dan infeksi mulut lainnya. 

Selain itu, xerostomia juga dapat mempengaruhi kerja saluran pencernaan dengan mengurangi kelembaban dan enzim dalam saliva yang membantu mencerna makanan.

Selain dampak pada mulut dan saluran pencernaan, xerostomia juga dapat berdampak pada kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

Mengatasi xerostomia dan merawat kesehatan mulut dengan baik sangat penting untuk mencegah timbulnya komplikasi yang lebih serius dan mempengaruhi kualitas hidup pasien.

Pengobatan Xerostomia

Pengobatan xerostomia tergantung pada penyebabnya. Jika xerostomia disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk mengganti atau mengurangi dosis obat tersebut jika memungkinkan. 

Di samping itu, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan membantu mengatasi gejala xerostomia.

Salah satu cara adalah dengan menjaga kelembaban mulut. Ini dapat dilakukan dengan sering minum air atau mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula untuk meningkatkan produksi saliva.

Selain itu, menjaga kebersihan mulut dengan rutin menggosok gigi dua kali sehari dan menggunakan obat kumur khusus yang mengandung fluoride juga penting untuk mencegah perkembangan karies gigi.

Terapi simtomatik seperti menggunakan semprotan atau gel yang mengandung air liur buatan juga dapat membantu menjaga kelembaban dalam mulut dan mengurangi gejala xerostomia.

Pencegahan Xerostomia

Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah xerostomia. Pertama, penting untuk menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air setiap hari. Kurangnya asupan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi dan mengurangi produksi air liur. 

Selain itu, perlu dihindari penggunaan obat-obatan yang diketahui bisa menyebabkan xerostomia jika memungkinkan.

Selanjutnya, merawat kesehatan mulut secara teratur juga dapat membantu mencegah terjadinya xerostomia. 

Memiliki kebiasaan yang baik dalam menjaga kebersihan mulut seperti menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur yang mengandung fluoride dapat membantu menjaga kelembaban mulut dan mencegah timbulnya xerostomia.